Dampak Penyakit Epilepsi Yang Harus Anda Waspadai

By | March 3, 2017

Dampak Penyakit Epilepsi Yang Harus Anda Waspadai

Dampak penyakit epilepsi yang paling sering terjadi di otak. Umumnya yang diketahui masyarakat tentang epilepsi adalah kejang. Epilepsi merupakan gangguan kelistrikan dalam otak yang mana salah satu bagian otaknya tidak normal. Akibatnya, serangan yang berwujud kejang kejang, baik seluruh tubuh atau pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki. Serangan bisa saja tidak berupa kejang tetapi hilangnya kesadaran atau bengong selama beberapa detik yang tidak bisa dikontrol, termasuk serangan epilepsi.

Kejang memang menjadi gejala utama penyakit epilepsi, namun belum tentu orang yang mengalami kejang mengidap epilepsi. Dalam dunia medis, seseorang dicurigai menderita epilepsi setelah mengalami kejang sebanyak dari satu kali. Tingkat keparahan kejang pada tiap penderita epilepsi berbeda-beda. Ada yang hanya berlangsung beberapa detik dan ada juga yang hingga beberapa menit. Ada yang hanya mengalami kejang pada sebagian tubuhnya dan ada juga yang mengalami kejang total hingga menyebabkan kehilangan kesadaran.

Sebelum serangan epilepsi datang, biasanya didahului dengan beberapa tanda, yang setiap orang memiliki tanda yang berbeda. Misalnya perut terasa sakit, jantung berdebar-debar, sampai mengakami deja vu. Tanda-tanda ini muncul hanya beberapa detik sebelum serangan, dan tak bisa dihindari ini disebut aura epilepsi. Dampak lain epilepsi adalah terhadap psikologis penderitanya. Jika serangan terjadi di muka umum, penderita mungkin mengalami rasa malu atau rendah diri yang juga berefek pada teman dan keluarganya.

Dampak Penyakit Epilepsi

Dari setiap penyakit yang menyerang seseorang pasti memiliki masing-masing, baik dampak yang baik maupun yang buruk. Seperti halnya pada penderita penyakit epilepsi pasti juga akan mendapatkan dampak penyakit epilepsi. Anak-anak penyandang epilepsi biasanya akan mendapat gangguan fungsi intelegensi, pemahaman bahasa, gangguan fungsi kognitif. Dampak penyakit epilepsi buat anak-anak bahkan akan membuat perbedaan yang cukup siginifikan pada IQ. Selain itu, epilepsi juga memiliki penyakit penyerta yang akan diderita oleh penderitanya. Ini yang dalam dunia medis disebut komorbiditas, dan mesti diawasi oleh para orangtua. Komorbiditas akibat epilepsi ini sangat beragam, mulai dari lumpuh otak, retardasi mental, maupun ADHD.

Pada orangtua memiliki peranan penting dalam perkembangan anak penyandang epilepsi. Selain melakukan deteksi dini, para orang tua diharapkan dapat memperhatikan kelainan kelainan yang mungkin terjadi selama masa pertumbuhan.

Meski hingga saat ini belum ada pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit epilepsi, sekitar 80 persen anak-anak dengan epilepsi bisa hidup normal. Bangkitan yang dialami telah terkontrol melalui pengobatan yang benar dan teratur yang selalu dalam pengawasan orangtua dan dokter yang merawat penderita penyakit epilepsi. Hasil penelitian WHO yang dilakukan di Amerika, Inggris, dan Swedia menunjukkan, setelah melalui pengobatan teratur selama 10 tahun, akumulasi penurunan terjadinya bangkitan yang dialami oleh pasien selama lima tahun adalah sebesar 58-65 persen (orang dewasa) dan 74 persen (anak-anak).

Gejala Epilepsi

Adapun gejala dari penyakit yang muncul pada penderita epilepsi terutama pada anak-anak adalah :

1. Anak anda akan mengalami bangkitan total yang biasanya akan jatuh secara tiba-tiba dan akan langsung kehilangan kesadaran. Bangkitan seperti ini akan berlangsing sekitar 2 hingga 5 menit.

2. Anak akan mengalami kedutan yang juga menjadi salah satu gejala penyakit epilepsi yang terjadi di berbagai jenis epilepsi lainnya. Namun, kedutan ini akan lebih jelas terlihat pada epilepsi fokal

3. Anak memiliki tatapan mata yang kosong yang biasanya akan terjadi secara mendadak. Hal ini akan terjadi ketika anak anda sedang melakukan sesuatu dan berhenti secara tiba-tiba dan diam seperti orang yang sedang melamun.

4. Gejala aura yang dapat juga dianggap sebagai salah satu gejala peringatan. Gejala ini akan terjadi sesaat sebelum bangkitan terjadi pada tubuh anak anda. Dimana anak anda akan merasakan sakit tanpa sebab secara mendadak, mendengarkan suara yang tidak nyata, atau mencium bau yang tidak ada sumbernya dan akhirnya dampak penyakit epilepsi yang akan muncul adalah serangan kejang.

Nah, itulah beberapa dampak penyakit ayan atau epilepsi yang harus anda ketahui, semoga dengan dampak dan gejala epilepsi bisa membantu anda dan dapat di waspadai. bila anda merasakan gejala gejala seperti itu lakukan pemeriksaan jika gejala mulai anda rasakan. Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *