Diet Pada Penderita Penyakit Epilepsi Atau Ayan

By | April 12, 2017

Diet Pada Penderita Penyakit Epilepsi Atau Ayan

Diet kategonik termasuk salah satu diet pada penyakit epilepsi atau ayan. Diet kategonik ini adalah pola makan tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Pola makan ini membuat tubuh menghasilkan energi dengan membakar lemak, dan bukan membakar glukosa. Studi menunjukan bahwa pola makan kategonik membantu 2 dari 3 anak epileptik (penderita ayan) yang menggunakan pola makan ini. Satu dari 3 anak terbebas dari serangan epilepsi.

Diet untuk penderita epilepsi

Diet Pada Penyakit Epilepsi

Selain dengan mengonsumsi obat anti epilepsi, ternyata terdapat metode lain yang mampu mengurangi kemungkinan timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Berikut beberapa diet yang dapat dilakukan oleh penderita penyakit epilepsi antara lain: (Obat ayan anak dan dewasa)

1. Diet Kategonik

Metode tersebut dikenal dengan program diet kategonik. Faktanya, diet kategonik telah dikenal sehat tahun 1920-an. Namun metode ini mulai ditinggalkan sering dengan ditemukannya obat anti epilepsi. Diet ini dilakukan dengan jalan mengurangi konsumsi karbohidrat dan menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Contohnya dengan mengonsumsi makanan kadar lemak tinggi seperti cokelat, mentega, daging dan mayonaise, serta menghindari konsumsi nasi dan kentang.

Diet pada penyakit epilepsi dengan menggunakan diet kategonik memastikan proses pemabakaran lemak ini terus berlangsung. Diet ini memaksa tubuh anak membakar lemak sepanjang waktu dengan konsumsi kalori yang rendah dan lemak yang tinggi. Sekitar 80% sumber kalori akan berasal dari lemak. Sedangkan sisanya dari karbohidrat dan protein.

Setiap kali jam makan, anak mengkonsumsi lemak 4 kali lebih banyak dari pada protein dan karbohidrat. Jumlah makanan dan cairan yang dikonsumsi setiap waktu makan harus diperhitungkan dnegan seksama sesuai dengan berat tubuh anak.

Pola makan biasanyaa terdiri dari sedikit buah-buahan atau sayuran (sumber karbohodrat) daging, ikan atau ayam (sumber protein) dan banyak makanan berlemak (seperti cream, mentega, telur, mayonaise) dan tak ada gula.

Berikut ini adalah contoh dari pola makan diet kategonik yang dilakukan oleh penderita epilepsi yang sedang menjalani diet pada penyakit epilepsi :

>> Sarapan. Untuk menu sarapan, penderita epilepsi hanya diizinkan untuk mengkonsumsi telur dadar, crean, dan jus jeruk
>> Makan siang. Untuk makan siang, makanan yang diizinkan untuk dikonsumsi oleh penderita ternyata lebih banyak pilihannya dibandingkan untuk sarapan pagi. Untuk makan siang penderita boleh mengkonsumsi sebagian dari pilihan makanan yang ada seperti : spageti dengan mentega dan ditambahkan sedikit keju diatasnya, selada dengan mayonaise, atau soda jeruk dengan whipped cream
>> Makan malam. Untuk makan malam penderita penyakit ayan atau epilepsi yang sedang menjalani diet kategonik ini dapat menikmatai sedikit makanan yang berat seperti : Hot dog, Asparagus dengan mentega, selada dengan mayonaise, dan es krim tanpa gula.

Jumlah dari tiap makanan harus diatur dengan ketat, bahkan jika perlu ditimbang, karena kesalahan kecil dalam mengukur jumlah makanan (atau jika anak mencuri makan biskuit atau kue yang mengandung gula, atau bahkan obat atau pasta gigi) dapat merusak diet dan mungkin mengakibakan serangan epilepsi.

2. Diet Glutamat dan Aspartat

Selain diet kategonik, ada pula diet lain yang juga dapat membantu mengontrol gejala kejang pada pasien epilepsi. Diet ini dilakukan dengan cara membatasi asupan glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita epilepsi. Diet pada penyakit epilepsi ini relatif lebih mudah dilakukan karena hanya perlu menghindari makanan yang mengandung glutamat dan asartat saja.

Asam amino glutamat dan aspartat yang dikonsumsi oleh penderita dapat menyebabkan stimulasi saraf secara berlebihan sehingga memicu timbulnya kejang pada pasien epilepsi. Glutamat lazim dikonsumsi dalam bentuk Mono Sodium Glutamat (MSG), yang banyak digunakan sebagai penyedap makanan. Sedangkan aspartat dapat masuk kedalam tubuh melalui konsumsi aspartam yang digunakan sebagai pemanis buatan. Jadi, cara mudah untuk menghindari timbulnya kejang adalag dengan menjauhi makanan yang menggunakan penyedap rasa dan pemanis buatan. Cukup mengkonsumsi makanan yang alami dan yang menyehatkan saja. Makanan olahan rumah yang tidak diberikan MSG kedalamnya juga baik untuk penderita epilepsi.

Berikut ini beberapaa tips yang disarankan untuk orang tua yang sedang memperhatikan jalankan diet pada penyakit epilepsi dengan melakukan diet kategonik ini adalah :

>> Jangan terlalu khawatir dengan proses puasa awal atau pola makan awal yang anda jalani, kebanyakan anak-anak dapat menerima kondisi ini dengan bijak.
>> Jadikan kebiasaan ini sebagai kebiasaan rutin yang dapat anda lakukan saat menyiapkan makanan untuk diet kategonik yang dijalani anak anda
>> Bila perlu libatkan anak anda dalam menimbang makanan untuk ia makan agar lebih asik dan lebih terbiasa
>> Gunakan piring dengan ukuran yang lebih kecil agar makanan yang anda sediakan untuk anak terlihat lebih banyak
>> Apabila anak anda suka dengan makanan penutup, anda dapat membuatkannya es krim khusus untuknya dan disimpan dilemari es. Es krim yang anda berikan dapat dihititung dalam pola makan yang anda berikan untuk anak anda setiap harinya
>> Berikan sayur rebus untuk anak anda. Karena sayur rebus makanan yang paling bagus dalam nilai nutrisi
>> Bentuk makanan dengan bentuk bentuk yang unik agar anak anda menjadi lahap untuk makan dan lupa dengan diet pada penyakkit epilepsi yang sedang ia jalani.

Mari sharing dikolom komentar untuk anda yang menderita penyakit ayan atau epilepsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *