Epilepsi atau Ayan Terjadi Pada Anak. Bagaimana Menghadapinya ?

By | June 12, 2018

Epilepsi atau Ayan Terjadi Pada Anak. Bagaimana Menghadapinya ?

Sebagai orang tua ketika menghadapi epilepsi pada anak, rasa khawatir pastinya tidak berhenti menyelimuti pikiran anda. Apalagi ketika harus melihatnya kejang kejang, meski berat, anda harus tetap tenang dan menghadapi epilepsi pada anak dengan cara yang benar.

Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat atau aktivitas sel saraf otak. Anak anak yang menderita epilepsi akan menampakkan gejala seperti kejang kejang, dan kadang juga kehilangan kesadaran diri, pada saat terjadi serangan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan dan kemampuan belajarnya.

Epilepsi atau Ayan Terjadi Pada Anak. Bagaimana Menghadapinya ?

Lantas, bagaimana cara menghadapi epilepsi pada anak ? Berikut tipsnya :

1. Siapkan Kebutuhan Obat-obatannya
Obat-obatan untuk epilepsi bertujuan bukan untuk menyembuhkan tapi mengontrol gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini. Karena itu, Siapkan selalu obat obatan yang dibutuhkan oleh anak anda.

Ada banyak jenis obat obatan yang tersedia untuk menangani epilepsi pada anak. Obat obatan tersebut antara lain :
>> Phenytoin
>> Carbamazepine
>> Valproate
>> Valproic acid
>> Ethosuzimide
>> Topiramte
>> Lamogtrigine
>> Felbamate

Obat obatan tersebut memiliki efek samping berupa pusing, mual, pening, penglihatan ganda, ruam, dan gangguan koordinasi tubuh. Sementara efek samping yang jarang terjadi, antara lain hiperaktif, depresi, dan muda tersinggung.

Masing masing jenis dan tipe epilepsi akan memerlukan obat obatan yang berbeda. Karena itu, penting bagi orang tua mengenali gejala epilepsi dan segera bawa anak untuk berkonsultasi ke dokter, guna mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Jika anak anda telah memasuki bangku sekolah, pastikan dia mengetahui tata cara pemakaian obat tersebut, seperti dosis dan waktu meminumnya saat disekolah. Jelaskan pula kondisi anak pada guru dan pembimbing disekolahnya.

Dekati Dari Sisi Kejiwaanya

Anak yang menderita epilepsi mungkin mengalami gangguan emosional, seperti rendah diri atau depresi. Namun, jangan biarkan hal itu terjadi pada buah hati anda. Untuk menguatkan kondisi kejiwaannya, jelaskan seluk beluk penyakit yang dideritanya, seperti apa itu epilepsi, apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Tumbuhkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan bahwa dia masih bisa melakukan aktivitas yang ia sukai, namun harus di lakukan secara hati hati atau perlu pengawasan. Bantu anak untuk memahami bahwa menjadi berbeda adalah hal yang normal, anjurkan untuk terus berfokus pada apa yang bisa dilakukan. Dia juga masih bisa berprestasi, karena epilepsi tidak memengaruhi kecerdasannya selama diberikan pengobatan dari dokter.

Beritahu pula kondisi yang dialami anak anda pada seluruh anggota keluarga dan teman temannya, agar tidak terlontar kata kata yang bisa menyakiti hatinya. Jelaskan kepada mereka bahwa epilepsi bukanlah penyakit menular. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menjauhinya.

Jaga Keselamatannya

Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, ada baiknya dampingi anak anda ketika dia sedang menjalani aktivitas yang bisa membahayakan nyawanya apabila terjadi kejang, misalnya berenang. Ditakutkan, epilepsinya kambuh ketika dia sedang bermain di air. Atau pakaian pelindung kepala saat ia bersepeda dan jangan biarkan dia bersepeda sendirian.

Saat berada dikamar mandi, beritahu dia agar tidak mengunci pintu kamar mandi. Jika sewaktu waktu dia mengalami kejang, anda bisa dengan mudah menolongnya. Jangan biarkan anak terlalu kelelahan dan mengalami demam karena hal ini bisa memicu terjadinya kejang.

Ketika Anak Kejang

Saat anak kejang kejang, anda tidak boleh panik. Tenangkan diri anda agar anda bisa menolongnya.

>> Pastikan dia dalam keadaan yang aman
>> Jauhkan dia dari benda benda yang tajam, benda yang keras, tangga, dan perabot rumah
>> Setelah itu, baringkan tubuhnya ke arah kanan atau kiri agar cairan dalam mulutnya bisa keluar dan tidak masuk kejalan napasnya. Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak selama kejang berlangsung, kondisi ini dapat menghambat jalan napas.
>> Saat dan setelah kejang, pantau kondisi anak apakah ia bernapas. Jika setelah kejang, anak tidak bernapas, maka segeralah bawa anak ke IGD rumah sakit terdekat.
>> Selama dan setelah kejang berakhir, anak anda mungkin ketakutan dan bingung dengan kondiri yang dialami. Tenangkanlah dia dengan berkata bahwa semua baik baik saja dan bahwa anda selalu ada di sisinya.
>> Biarkanlah dia beristirahat. Hindari memberikan obat tambahan, kecuali bila diresepkan oleh dokter.

Epilepsi pada anak memang terderngar seperti sesuatu yang mengerikan. Tapi dengan penanganan yang tepat, seperti memberikan obat obatan dan berkonsultasi ke dokter secara rutin, serta mengawasi aktivitasnya, dapat mengurangi risiko anak terkena bahaya. Jika kondisinya semakin memburuk setelah mengonsumsi obat obatan, anda bisa kembali berkonsultasi ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *