Epilepsi Dan Kehamilan Yang Harus Anda Ketahui

By | May 23, 2017

Epilepsi Dan Kehamilan Yang Harus Anda Ketahui

Epilepsi pada kehamilan yang harus anda ketahui

Epilepsi biasanya dimulai pada masa kanak kanak, tapi bisa juga mulai muncul pada usia berapapun sebenarnya. Gejala utama epilepsi adalah kejang yang berulang kali terjadi. Kejang terjadi ketika pola abnormal aktivitas elektrik meningkat didalam otak, sehingga mungkin menyebabkan tubuh bergerak tidak terkontrol, dan juga dapat menyebabkan kehilangan kesadaran dalam jangka pendek.

Jika Penderita Epilpesi Berencana Hamil

Jika anda menggunakan obat anti-epilepsi (AED) dan berencana hamil, anda harus melanjutkan penggunaan kontrasepsi dan obat obatan sampai anda mendiskusikan rencana anda dengan dokter saraf atau dokter umum. Ini karena anda mungkin perlu mengubah obat obatan anda, dan ini harus dilakukan hanya dibawah pengawasan spesialis.

Beberapa AED dapat membahayakan bayi yang belum lahir, tapi ada juga risiko kejang tidak terkendali dalam kehamilan.

Epilepsi Selama Hamil

Sulit memprediksi bagaimana kehamilan akan mempengaruhi epilepsi beberapa wanita yang menderita epilepsi tidak begitu terpengaruh, sementara yang lainnya menganggap kondisi mereka membaik. Namun, karena kehamilan mampu menyebabkan stres fisik dan emosional, kejang mungkin menjadi lebih sering terjadi dan parah.

Perawatan Dengan Obat-obatan

Banyak wanita penderita epilepsi menggunakan AED untuk mengendalikan kejang. Penelitian menujukkan bahwa terdapat peningkatan risiko fetal anti-convulsant syndrome (FACS) pada anak anak yang terlahir dari ibu yang telah mengonsumsi AED selama hamil. Anak dengan FACS mungkin terhambat dalam perkembangan fisik atau otak.

Obat obatan ini mungkin meningkatkan risiko kelainan fisiko seperti spina bifida, kelainan jantung, dan bibir sumbing. Tergantung jenis obat dan dosisnya, bayi mungkin berisiko terpengaruh obat tersebut dalam hal :

>> Kemampuan intelektual yang lebih rendah
>> Keahlian berbahasa yang buruk ( Kemampuan bebicaea dan pemahaman)
>> Gangguan memori
>> Kelainan spektrum autis
>> Tertundanya waktu belajar berjalan dan berbicara

Sebelum anda hamil, diskusikan perawatan anda dengan dokter kandungan dan dokter saraf yang mengerti epilepsi. Mereka mungkin ingin mempertimbangkan perawatan alternatif. Biasanya lebih baik mengubah jenis obat sebelum anda hamil, dari pada ketika atau selama anda hamil.

Jika anda hamil saat sedang menggunakan AED, lanjutkan pengobatan dan segera hubungi spesialis untuk berdiskusi tentang perawatan anda. Jangan mengubah obat atau berhenti minum obat tanpa nasihat spesialis, terutama selama anda hamil, karena kejang parah dalam kehamilan bisa mengakibatkan cedera atau bahkan kematian pada anda atau bayi anda.

Risiko Dari Obat Sodium Valproate

Risiko bahaya pada bayi lebih tinggi dengan beberapa AED, misalnya sodium valproate, dari pada obat lainnya, dan jika dua atau lebih AED diminum bersamaan (disebut politerapi).

Risiko kelainan fisik pada bayi yang ibunya menggunakan sodim valproate dalam kehamilan sekitar 11%, dibandingkan dengan 2-3% anak dalam populasi umum. Artinya dari 100 wanita penderita epilepsi yang menggunakan sodium valproate selama hamil, 11 diantaranya akan memiliki bayi dengan kelainan fisik. Risiko masalah perkembangan saraf sekitar 30%-40% (30-40 dari 100) pada bayi yang ibunya minum sodium valproaste selama hamil.

Jika anda minum sodium valproate dan berencana hamil, atau anda mengetahui kalau anda akhirnya hamil, jangan berhenti  minum obat. Segera temui spesialis untuk mendiskusikan kehamilan dan perawatan anda.

Pentingnya Asam Folat

Bila anda minum obat untuk mengendalikan epilepsi, disarankan anda minum 5 mg asam folat dalam dosis tinggi setiap hari, segera setelah anda mulai berusaha hamil. Obat ini harus diresepkan untuk anda, biasanya oleh dokter umum, karena 5 mg tablet tidak berlaku tanpa resep.

Anda harus mengunjungi dokter umum secepatnya. Jika anda secara tidak terduga hamil dan belum minum asam folat langsung minum segera. Anda bisa membeli 400 mcg tablet dalam dosis lebih rendah di apotik sebelum mendapatkan resep 5 mg tablet.

Perawatan Selama Hamil

Sebelum hamil, atau kehamilan awal, anda disarankan mengunjungi dokter kandungan, yang akan mendiskusikan dan merencanakan perawatan selama anda hamil. Bila perlu, dokter saraf mungkin juga terlibat dalam membuat rencana bersama.

Anda akan ditawarkan scan ultrasound untuk membantu mendeteksi masalah perkembangan bayi apapun. Anda mungkin memerlukan tes darah tambahan untuk memeriksa kadar obat anti epilepsi dalam darah, tergantung jenis AED yang anda konsumsi. Anda mungkin cemas tentang epilepsi bawaan pada bayi. Namun, anda bisa berbicara dengan tim perawatan tentang hal ini dan masalah lainnya.

Kelahiran dan Tahap Selanjutnya

Walaupun risiko kejang selama melahirkan termasuk rendah, anda disarankan melahirkan di unit kelahiran yang dipimpin oleh konsultan di rumah sakit.

Selama proses melahirkan anda akan dijaga oleh bisan atau dokter yang bisa membantu anda bila perlu. Bacalah tentang apa yang terjadi dalam kelahiran.

Karena beberapa AED mengurangi penggumpulan darah pada bayi, bayi akan segera disuntik vitamin K setelah lahir. Biasanya tidak ada alasan mengapa anda tidak bisa menyesuai bayi. Walaupun beberapa obat masuk kedalam ASI, manfaat ASI seringkali melebihi risiko apapun. Bidan, dokter kandungan atau apoteker dapat memberikan nasihat berdasarkan keadaan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *