Faktor-Faktor dan Resiko Epilepsi atau Ayan

By | May 3, 2017

Faktor-Faktor dan Resiko Epilepsi atau Ayan

faktor penyebab penyakit epilepsi atau ayan

Apa itu Epilepsi Atau Ayan ?

Epilepsi adalah penyakit kronis yang memiliki ciri khas berupa kejang yang kambuhan dan muncul tanpa pencetus. Gejala kejang bervariasi, dan banyak pasien memiliki lebih dari satu jenis kejang, serta dapat mengalami gejala masalah neurologis lainnya. Epilepsi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi yang lebih lanjut.

Tanda-tanda dan Gejala

>> Kebingungan sementara
>> Staring spell (pasien tiba tiba menghentikan apa yang dikerjakan dan tidak merespon)
>> Pergerakan menyentak pada tangan dan kaki yang tidak terkendali
>> Kehilangan kesadaran
>> Gejala psikologis

Kemungkinan ada tanda tanda dan gejala yang tidak disebutkan diatas. Bila anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikan segera.

Mengalami kejang pada saat-saat tertentu dapat menyebabkan keadaan yang berbahaya bagi anda atau orang lain seperti :

>> Terjatuh
>> Tenggelam
>> Kecelakaan mobil
>> Komplikasi kehamilan
>> Gangguan kesehatan mental

Segera Periksa Jika Anda Mengalami Gejala-gejala Berikut ini :

>> Kejang berlangsung lebih dari 5 menit
>> Pernapasan atau kesadaran tidak kembali setelah kejang berhenti
>> Kejang kedua berlangsung segera setelahnya
>> Demam tinggi
>> Kelelahan akibat panas
>> Sedang hamil
>> Memiliki diabetes
>> Pernah mengalami cedera akibat kejang

Jika anda memiliki tanda-tanda atau gejala gejala diatas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter. Tubuh masing masing orang berbeda.

Penyebab Epilepsi atau Ayan

Statistik menunjukan bahwa lebih dari setengah kasus epilepsi tidak ditemukan penyebabnya. Pada kasus dengan penyebab yang teridentifikasi, epilepsi biasanya melibatkan otak yang terpengaruh oleh beberapa faktor.

>> Pengaruh genetik
>> Trauma pada kepala
>> Kondisi otak
>> Penyakit menular
>> Cedera sebelum persalinan
>> Kelainan pada perkembangan

Faktor-faktor Risiko Penyakit Epilepsi atau Ayan

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko anda terkena epilepsi, yaitu :

>> Usia
>> Riwayat keluarga
>> Cedera pada kepala
>> Stroke dan penyakit vaskular lainnya
>> Demensia
>> Infeksi otak
>> Kejang pada masa kanak-kanak

Selain melihat gejala dan sejarah medis anda, dokter dapat melakukan beberapa tes untuk untuk mendiagnosis kondisi anda, seperti:

>> Pemeriksaan neurologis
>> Tes darah
>> Electroencephalogram (EEG)
>> Computerized tomoghraphy (CT) scan
>> Magnetic resonance imaging (MRI)
>> Functional emission tomoghraphy (PET)
>> Single-photon emission computerized tomoghraphy (SPECT)

Pengobatan Untuk Penyakit Epilepsi atau Ayan

Perawatan untuk epilepsi digunakan untuk mengendalikan kejang, walau tidak semua orang dengan kondisi ini memerlukan perawatan.

1. Terapi Obat

Banyak obat yang tersedia untuk mengatasi epilepsi. Pilihan obat biasanya berdasarkan oleh faktor seperti toleransi pasien terhadap efek samping, penyakit lain yang dimiliki, serta metode penyampaian obat. Walau jenis epilepsi sangat bervariasi, pada umumnya obat-obatan dapat mengendalikan kejang pada 70% pasien.

Namun, terdapat beberapa efek samping dari obat-obatan epilepsi, seperti:

>> Rasa ngantuk
>> Kekurangan tenaga
>> Agitasi atau gelisah
>> Sakit kepala
>> Gemetar yang tidak terkendali (termor)
>> Kerontokan rambut atau pertumbuhan rambut yang tidak diingini
>> Gusi bengkak
>> Ruam

Operasi Epilepsi

Operasi biasanya dilakukan setelah hasil tes menunjukan bahwa kejang berasal dari area tertentu pada otak yang todak menggangu fungsi vital seperti bicara, bahasa, fungsi motorik, penghlihatan atau pendengaran. Dengan operasi, dokter akan mengangkat area diotak yang menyebabkan kejang.

Namun jika kejang berasal dari bagian otak yang tidak dapat diangkat, dokter akan merekomendasi jenis operasi lain dimana ahli bedah akan melakukan beberapa sayatan pada otak. Sayatan tersebut dirancang untuk menghindari menyebarnya kejang ke bagian otak yang lain. Walau banyak orang yang tetap memerlukan obat untuk mencegah kejang setelah operasi yang berhasil, anda mungkin hanya akan memerlukan lebih sedikit obat dan dosis.

Pada sedikit kasus, operasi untuk epilepsi dapat menyebabkan komplikasi, seperti perubahan kemampuan berpikir (kognitif) secara permanen.

Pengobatan Di Rumah

Walau epilepsi dapat mempengaruhi orang dengan berbagai cara, beberapa tips berikut dapat membantu.

>> Kenali pemicu : semakin anda mengetahui hal hal yang memicu terjadinya kejang dan bagaimana mencegahnya, semakin anda dapat mengatasi kondisi ini dengan lebih baik
>> Rajin minum obat : Obat anti epilepsi mengendalikan kejang pada sekitar 70% orang. Anda disarankan untuk mengikuti resep dokter dengan tepat karena kemungkinan cara ini merupakan cara yang paling ampuh efektif untuk bertahan dengan epilepsi.
>> Awasi pengobatan secara rutin : Anda akan melakukan peninjauan rutin terhadap kondisi dan perawatan epilepsi anda. Peninjauan ini harus dilakukan setidaknya sekali setahun, walau anda mungkin memerlukan peninjauan yang lebih sering jika kondisi epilepsi anda tidak terkendali dengan baik.
>> Jaga diri anda : Anda harus mencari tahu dan tetap melakukan apa yang perlu anda lakukan setiap hari untuk tetap bugar dan jaga kesehatan fisik serta mental anda, hindari penyakit atau kecelakaan, serta perhatikan penyakit penyakit minor dan kondisi kesehatan jangka panjang. atau anda bisa juga melihat obat herbal Qnc Jelly Gamat yang sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit epilepsi atau ayan sampai sembuh total, cara pemesanan nya silahkan klik disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *