Faktor Penyebab Penyakit Ayan

By | February 21, 2017

Faktor Penyebab Penyakit Ayan

Epilepsi atau ayan adalah penyakit saraf menahun yang menyebabkan kejang-kejang secara berkala. Penyakit ini disebabkan oleh tidak normalnya aktivitas sel otak. Gejala kejang-kejang yang muncul dapat bervariasi. Beberapa orang dengan penyakit epilepsi pada saat mengalami kejang-kejang memiliki pandangan yang kosong. Kejang-kejang ringan membutuhkan pengobatan, karena itu bisa berbahaya bila terjadi ketika melakukan aktivitas seperti menyetir atau berenang. Pengobatan seperti perawatan medis dan terkadang operasi biasanya berhasil menghilangkan gejala atau mengurangi frekuensi dan intensitas dari kejang-kejang. Pada beberapa anak penderita epilepsi, mereka dapat megatasi kondisi ini seiring dengan bertambahnya usia.

Baru-baru ini para peneliti menemukan, epilepsi mengganggu fungsi neurologis yang mempengaruhi fungsi sosial dalam otak, sifat yang sama terlihat juga pada penderita autisme. Karakteristik ini termasuk gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi.

Penyebab Epilepsi:

1. Pengaruh Genetik

Beberapa tipe epilepsi menurun pada keluarga, membuatnya seperti ada keterkaitan dengan genetik

2. Trauma Pada Kepala

Kecelakaan mobil atau cedera lain dapat menyebabkan epilepsi

3. Penyakit Medis

Stroke atau serangan jantung yang menghasilkan kerusakan pada otak dapat juga menyebabkan epilepsi. Stroke adalah penyebab yang paling utama pada kejadian epilepsi terhadap orang yang berusia lebih dari 65 tahun.

4. Demensia

Menyebabkan epilepsi pada orangtua

5. Cedera Sebelum Melahirkan

Janin rentan terhadap kerusakan otak karena infeksi pada ibu, kurangnya nutrisi atau kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan otak pada anak. Dua puluh persen kejang-kejang pada anak berhubungan dengan kelumpuhan otak atau tidak normalnya neurological.

6. Perkembangan Penyakit

Epilepsi dapat berhubungan dengan perkembangan penyakit lain, seperti autis dan down syndrome.

7. Menyebabkan Penyakit Kejang Kejang

Salah satu penyakit epilepsi adalah bisa menyebabkan penyakit kejang-kejang. Hal inilah yang bisa memicu terjadinya penyakit ayan atau epilepsi ini datang dan muncul. Oleh sebab itu, anda harus bisa menjaga kondisi kesehatan dengan baik dan mudah, agar penyakit ini, tidak mudah menyerang pada diri anda, yang pada umumnya penyakit ini, bisa berbahaya, jika tidak segera diatasi atau ditangani dengan tindakan penanganan yang tepat dan cepat.

Faktor yang mungkin dapat meningkatkan risiko epilepsi adalah :

1. Usia

Epilepsi biasanya terjadi pada masa awal usia anak-anak dan setelah usia 65 tahun, tapi kondisi yang sama dapat terjadi pada usia berapapun.

2. Jenis Kelamin

Lelaki lebih berisiko terkena epilepsi dari pada wanita

3. Catatan Keluarga

Jika anda memiliki catatan epilepsi dalam keluarga, anda mungkin memiliki peningkatan risiko mengalami kejang-kejang

4. Cedera Kepala

Cedera ini bertanggung jawab pada banyak kasus epilepsi. Anda dapat mengurangi risikonya dengan selalu menggunakan sabuk pengaman ketika mengendarai mobil dan menggunakan helm ketika mengendarai motor, bermain ski, bersepeda atau melakukan aktifitas lain yang berisiko terkena cedera kepala

5. Stroke dan Penyakit Vaskular Lain

Ini dapat menyebabkan kerusakan otak yang memicu epilepsi. Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko penyakit penyakit tersebut, termasuk adalah batasi untuk mengkonsumsi alkohol dan hindari rokok, makan makanan yang sehat dan selalu berolahraga

6. Infeksi Pada Otak

Infeksi seperti meningtis, menyebabkan peradangan pada otak atau tulang belakang dan menyebabkan peningkatan risiko terkena epilepsi

7. Kejang-Kejang Berkepanjangan Pada Saat Anak-Anak

Demam tinggi pada saat anak-anak dalam waktu yang lama terkadang dikaitkan dengan kejang kejang untuk waktu yang lama dan epilepsi pada saat nanti. Khususnya untuk mereka dengan catatan sejarah keluarga dengan epilepsi.

Baik, semoga dengan mengetahui faktor penyebab epilepsi kita bisa mengambil langkah antisipasi sebelum penyakit ini berkembang menjadi lebih serius. Semoga bermanfaat dan jagalah selalu kesehatan anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *