Gejala Penyakit Ayan Pada Bayi

By | March 13, 2017

Gejala Epilepsi Pada Bayi

Epilepsi pada bayi ditandai dengan kejang otot. Epilepsi merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saha tanpa memandang usia termasuk anak-anak. Sindrom kelainan syaraf otak yang berupa epilepsi atau ayan ditandai dengan serangan kejang yang mendadak dan berulang-ulang. Gangguan ini terjadi pada bayi karena adanya gangguan pada syaraf syaraf otak yang mengatur sistem pendengaran, penglihatan, gerak otot, pikiran dan sebagainya.

Gejala Epilepsi Pada bayi

Gejala Epilepsi Pada Bayi

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan yang terjadi pada bayi anda, ada beberapa kondisi fisik yang mampu membantu ada untuk menunjukan ciri bahwa anak atau bayi anda menderita penyakit epilepsi, yaitu :

1. Kejang Otot
Yang menjelaskan bahwa kejang merupakan gejala umum pada semua bayi penderita epilepsi yang ada di indonesia. Kejang otot ini terjadi dalam kurun waktu beberapa detik atau menit dan akan mereda dengan sendirinya.

2. Kehilangan Kesadaran
Saat bayi anda mengalami serangan atau bangkitan dari penyakit epilepsi yang dialaminya, sering kali bayi anda akan merasakan kehilangan kesadarannya untuk beberapa saat, sehingga bayi anda tidak sensitif terhadap rangsangan bau, suara maupun sentuhan yang dihasilkan oleh orang orang yang ada disekitarnya.

3. Epilepsi pada bayi yang dialami akan sering memukul-mukul atau meremas bibirnya sendiri

4. Adanya ketidaknormalan pada gelombang otak bayi anda
untuk mengetahui ketidaknormalan tersebut dokter akan melakukan tes menggunakan electroencephalogram (EEG). Tes ini memungkinkan dokter untuk merekan gelombang otak atau aliran listrik diotak bayi anda.

5. Kelainan pada struktur otak anak
Untuk mendeteksi kelainan pada struktur otak anak anda dokter akan menggunakan pemeriksaan CT (computed temoghraphy), PET (positron emission temoghraohy) dan (MRi). Metode tadi dapat merekam aktifitas otak serta mendeteksi adanya tumor, kista, atau kelainan struktur lainnya pada otak bayi anda.

Pengobatan Epilepsi Pada Bayi

Ada beberapa cara untuk mengobati epilepsi pada bayi, anak-anak maupun orang dewasa. Metode yang dapat digunakan yaitu terapi obat, stimulasi syaraf, diet makanan, dan operasi.

1. Terapi obat yang biasa digunakan untuk mengobati epilepsi pada anak anda adalah dengan antiepileptic atau dapat juga dengan menggunakan antikonvulsan. Cara kerja dari obat-obatan antikonvulsan ini secara sederhana adalah dengan merangsang neuron otak bayi anda untuk menghambat aktifitas listrik dan segera dapat mencegah terjadinya kejang.

2. Stimulasi syaraf dilakukan dengan cara menyalurkan aliran listrik pendek kedalam otak melalui syaraf yang bagus disekitar leher selama kurang lebih 30 detik sampai dengan 3 menit. Metode ini hanya akan digunakan untuk epilepsi pada bayi yang mengalami serangan yang tidak terkontrol dan sulit untuk ditangani dengan obat-obatan

3. Pengobatan lainnya yang juga dapat digunakan untuk anak anda adalah diet yang disebut dengan diet kategonik. Diet kategonik adalah diet yang dilakukan dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah karbohidrat. Untuk pola makan yang akan diberikan untuk anda anda sebaiknya selalu diperhatikan dan ditimbang. Kreasikan makanan yang akan anda berikan kepada anak anda untuk membantu anak anda sedikit lebih lahap untuk memakannya.

4. Sementara pengobatan dengan operasi dapat dilakukan jika epilepsi pada bayi anda tidak dapat ditangani degan obat. Operasi yang dilakukan untuk anak anda bertujuan untuk mengetahui sumber syaraf penyebab kejang yang terjadi, mengangkat penyebab kejang atau memperbaiki kondisi syaraf yang terganggu.

Apabila anda mengalami kejang 2 kali atau lebih dari 6 bulan maka perlu diberikan pengobatan. Namun, jika jarak kejang yang dialami oleh anak anda berdekatan maka bisa diberikan obat. Penggunaan 1 jenis obat saja jauh lebih baik dibandingkan dengan penggunaan lebih dari 1 jenis obat yang disebut dengan monoterapi.

Seorang bayi yang menderita epilepsi yang menerima pengobatan monoterapi sekitar 70% bebas dari serangan atau tidak kejang, sedangkan 30% lagi epilepsi pada bayi anda sudah memerlukan obat tambahan atau yang disebut dengan politerapi. Namun untuk politerapi yang dijalani perbaikan yang dapat dilakukan sekitar 40% saja. Jadi kesempata sembuh dengan pengobatan ini akan lebih kecil dibandingkan dengan pengobatan yang pertama.

penyebab epilepsi kambuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *