Gejala Penyakit Ayan

By | February 21, 2017

Gejala Penyakit Ayan

Gejala penyakit ayan yang paling jelas terlihat selama ini adalah kejang-kejang. Epilepsi adalah kondisi tubuh yang bermula dari gangguan fungsi otak secara intermiten yang menyebabkan bangkitan kejang-kejang (seizure) berulang kali. Ini adalah pertanda kalau fungsi otak seseorang terkadang terganggu.

Epilepsi adalah kondisi otak yang paling umum didunia. Semua orang beresiko mendapat epilepsi. Bahkan, setiap orang berisiko satu didalam 50 untuk mendapat epilepsi. Pengguna narkotik dan peminum alkohol punya risiko lebih tinggi. Pengguna narkotik mungkin mendapat seizure pertama karena menggunakan narkotik, tapi selanjutnya mungkin akan terus mendapat seizure walaupun sudah lepas dari narkotik.

Gejala penyakit ayan

Gejala yang muncul dari penyakit ayan ini antara lain :

1. Penderita mengalami kehilangan kesadaran dan kejang-kejang
2. Keadaan tidak sadar hanya dalam waktu yang singkat. Setelah itu, penderita segera mencapai kesadaran kembali.
3. Sukar bernapas, muka kebiruan, dan keluar busa dari mulut
4. Setelah sadar, penderita mengalami sakit kepala dan nyeri otot.
5. Meskipun kedutan yang dapat muncul berbagai jenis epilepsi, namun akan terlihat jelas pada epilepsi fokal. Kedutan biasanya bersifat lokal, kemungkinan pada satu jari atau telapak tangan. Kemudian akan semakin memburuk, menjalar hingga ke lengan kemudian menyebar sampai sebagian atau seluruh tubuh menjadi berkedut. Sebagian anak tetap sadar namun sebagian yang lain akan kehilangan kesaran saat menjalani gejala ini.

Penyakit epilepsi sering dikaitkan dengan kerusakan roh jahat, mastubasu atau penyakit keturunan. Padahal pada faktanya tidaklah seperti itu. Orang yang mengidap epilepsi masih bisa hidup normal bahkan berkarya.

Kejang yang dialami oleh penderita penyakit epilepsi atau ayan ini memiliki beberapa jenis dan pengobatan yang berbeda. Berikut ini di jelaskan mengenai jenis kejang yang terjadi saat penderita mengalami serangan yang termasuk gejala penyakit ayan seperti :

1. Kejang Parsial Simplek

Gejala penyakit ayan ini biasanya dimulai dengan muatan listrik yang terjadi dibagian otak tertentu dan muatan ini tetap terbatas di daerah tersebut. Ketika penderita mengalami sensai biasanya akan melakukan, gerkana atau kelainan psikis yang abnormal, tergantung kepada daerah otak yang terkena. Jika terjadi diabgain otak yang mengendalikan gerakan otot lengan kanan, maka lengan kanan akan bergoyang dan mengalami sentakan tanpa disadari jika terjadi pada lobus temporalis anterior sebelah dalam, maka penderita akan mencium bau yang sangat menyenangkan atau sangat tidak menyenangkan baginya. Pada penderita yang mengalami kelainan psikis bisa mengalami sesuatu seperti merasa pernah mengalami keadaan sekarang dimasa yang lalu pernah ia alami.

2. Epilepsi Primer Generalisata

Pada kejang ini biasanya akan ditandai dengan muatan listrik yang abnormal di daerah otak yang luas, yang sejak awal menyebabkan penyebarab kelainan fungsi. Pada kedua jenis epilepsi ini terjadi kejang sebagai reaksi tubuh terhadap muatan yang abnormal. Pada kejang konvulsif, terjadi penurunan kesadaran sementara, kejang otot yang hebat dan sentakan-sentakan di seluruh tubuh, kepala berpaling ke satu sisi, gigi dikatupkan kuat-kuat dan hilangnya pengendalian kandung kemih. Sesudahnya penderita bisa mengalami sakit kepala, linglung sementara dan merasa sangat lelah. Biasanya penderita tidak dapat mengingat yang terjadi selama kejang.

3. Kejang Jacksonian

Gejala penyakit ayang yang satu ini akan dimulai pada satu bagian tubuh tertentu yang terjadi pada penderita seperti misalnya pada kaki dan tangan penderita dan kemudian menjalar ke anggota gerak lainnya yang sejalan dengan penyebaran aktivitas listrik di otak.

4. Kejang Parsial (Psikomotor) Kompleks

Pada jenis gejala penyakit ayan berupa kejang parsial kompleks akan dimulai dengan hilangnya kontak penderita dengan lingkungan yang ada sekutarnya selama 1-2 menit. Penderita menjadi goyang atau tidak dapat berdiri dengan tegak, menggerakkan lengan dan tungkainya dengan cara yang aneh dan tanpa tujuan, mengeluarkan suara-suara yang tak berarti, tidak mampu memahami apa yang orang lain katakan dan menolak bantuan. Kebingungan berlangsung selama beberapa menit, dan diikuti dengan penyembuhan total.

Dilihat dari hal yang menjadi penyebabnya, penyakit epilepsi ini dibagi menjadi 2 golongan epilepsi primer dan epilepsi sekunder. Pada epilepsi primer tidak ditemukan adanya kelainan yang terjadi dijaringan otak penderita. Namun, diduga terdapat kelainan atau gangguan keseimbangan zat kimiawi yang terjadi dala sel sel saraf pada area jarigan otak penderita yang abnormal.

Pada epilespi sekunder berarti bahwa gejala oenyakit ayan yang timbul adalah sekunder atau akibat dari adanya kelainan pada jaringan otak penderita. Kelainan yang tejadi pada penderita ini dapat disebabkan karena dibawa sejak lahir atau adanya jaringan parut sebagai akibat kerusakan kerusakan otak pada waktu lahir atau pada waktu masih masa perkembangan otak anak.

Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *