Ini Dia Yang Harus Anda Tahu Kejang dan Epilepsi Berbeda

By | February 26, 2018

Ini Dia Yang Harus Anda Tahu Ternyata Kejang dan Epilepsi Berbeda

 

Ini Dia Yang Harus Anda Tahu Ternyata Kejang dan Epilepsi Berbeda

 

Mendengar kata kejang dan epilepsi, pasti membuat anda berpikir bahwa dua hal ini sangat berkaitan. Anda tentu tidak salah, namun jangan samakan kejang dengan epilepsi. Jika anda melihat seseorang kejang, belum tentu dia menderita epilepsi. Namun epilepsi sendiri biasanya ditandai dengan kejang. Hampir 1% populasi dunia berisiko mengalami epilepsi, menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas California di San Fransisco.

Apa Bedanya Kejang Dan Epilepsi ?

Epilepsi atau yang dikenal masyarakat sebagai ayan, adalah kondisi yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan. Tidak semua kejang adalah epilepsi, namun biasanya setiap epilepsi selalu ditandai dengan kejang. Pada umunnya, epilepsi ditandai dengan kejang tanpa faktor pencetus atau akibat penyakit otak akut.

Sedangkan kejang terjadi sebagai akibat kelainan letupan listrik pada otak sehingga terjadi gangguan pada gerakan, sensasi, kesadaran, atau prilaku ganjil tanpa disadari penderita. Otak manusia terdiri dari trilliunan sel saraf yang saling berhubungan dengan letupan listrik tidak hanya terjadi di otak, tapi juga di otot sehingga kita menyadari akan suatu gerakan. Jika terjadi gangguan pada neurotransmitter itu, terjadilah kejang.

Kejang bukan hanya gerakan menyentak seluruh tubuh yang biasa dikenal masyarakat. Kejang juga dapat berupa menghilangnya kesadaran atau bengong sesaat, mata mendelik sekajap, atau tanda lain yang tidak disadari penderita bahkan orang disekitarnya. Jika ada sesorang anak yang demam tinggi lalu kejang, hal itu belum bisa didiagnosis sebagai epilepsi. Jadi kejang dan epilepsi tidaklah selalau sama bahkan penyebabnya berbeda.

Yang Anda Harus Ketahui Tentang Epilepsi

Diagnosis epilepsi biasnya berdasarkan pada pemerisaan menyeluruh melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Umumnya, wawancara dilakukan terhadap orang disekitar pasien seperti keluarga, teman, atau yang lainnya, karena penderita epilepsi sering tidak dapat mengingat kejang yang mereka alami.

Jika dokter memerlukan pemeriksaan penunjang, pasien akan diperiksakan rekam otak atau electrpencephalogram (EEG), pemeriksaan radiologi berupa Computed Tomography atau dikenal CT-Scan, dan Meganetic Resonance Imaging (MRI). Selain itu, dokter mungkin akan memeriksakan laboratorium untuk menentukan jenis dan obat yang nantinya akan diberikan pada pasien.

Penderita epilepsi yang rutin kontrol ke dokter dan meminum obat, umunya kan dapat beraktivitas dengan baik tanpa terganggu dengan kejang. Ada beberapa hal yang dapat memicu kejang pada penderita epilepsi, seperti kurang tidur, stres, diet, siklus hormonal, konsumsi alkohol dan narkoba, serta faktor obat. Misalnya pasien mencoba untuk meminum obat lain selain obat yang diresepkan dokter.

Jika epilepsi terjadi pada anak, anak menjadi susah berkonsentrasi hingga mungkin saja mengalami kecelakaan berupa jatuh berulang, karena kehimgalangan kesadaran sesaat. Tidak mengherankan jika kejang dan epilepsi sangat erat kaitannya.

Bagaimana Menolong Orang Yang Kejang ?

Pertama, jangan panik. Pindahkan barang barang berbahaya yang ada di dekat pasien, misal gelas kaca, pisau, atau barang berbahaya lainnya. Saat seseorang kejang, jangan mencoba memindahkan posisinya kecuali dengan posisi tersebut pasien dalam bahaya. Berikutnya, longgarkan kerah kemeja atau ikat pinggang agar memudahkan pernapasan. Jangan memasukkan apapun ke mulut pasien, karena hal itu justru dapat melukai pasien. Amati berapa lama orang tersebut kejang dan segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Sekarang anda sudah taukan perbedaan epilepsi dan kejang kejang. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *