Kejang Penyakit Ayan Pada Ibu Hamil, Apa Berbahaya ?

By | October 23, 2018

Kejang Penyakit Ayan Pada Ibu Hamil, Apa Berbahaya ?

Menurut laporan organisasi kesehatan dunia, ada sekitar 50 juta pasien kejang didunia. Kombinasi kejang dan kehamilan mungkin tampak berisiko, tetapi peluangnya bisa berpihak pada anak. Berikut ini informasi lebih jauh tentang epilepsi atau ayan saat hamil.

Kejang Penyakit Ayan Pada Ibu Hamil, Apa Berbahaya ?

Komplikasi Dapat Dialami Ibu Akibat Kejang Epilepsi Saat Hamil

Epilepsi selama kehamilan dapat menyebabkan kekhawatiran. Namun, kebanyakan ibu yang menderita epilepsi melahirkan bayi yang sehat. Kejang selama kehamilan dapat menyebabkan beberapa komplikasi bagi ibu hamil, termasuk.

* Melambatnya denyut jantung janin
* Cedera janin, terpisahnya plasenta dari rahim secara prematur (abrupsi plasenta), atau keguguran akibat trauma yang dialami selama kejang
* Persalinan prematur
* Kelahiran prematur

Selain itu, setiap wanita bereaksi terhadap kehamilan dengan cara yang berbeda. Untuk kebanyakan ibu hamil yang menderita epilepsi, kejang mereka tidak mengalami perubahan. Untuk beberapa ibu hamil, ada risiko lebih tinggi untuk mengalami kejang selama kehamilan, khususnya pada ibu yang kurang tidur atau tidak menggunakan obat sesuai resep. Untuk ibu hamil lainnya, kejang menjadi tidak sesering dulu.

Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kejang dapat berkontribusi terhadap ketidaksuburan. Namun, obat anti kejang tertentu juga dapat mengurangi efektivitas metode kontrasepsi hormonal. Anda perlu menghubungi dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Risiko Yang Dialami Bayi Jika Ibu Kejang Ayan atau Epilepsi Saat Hamil

Setiap obat yang anda g8unakan selama kehamilan dapay mempengaruhi bayi anda. Melampau efek obat, bayi yang terlahir dari ibu penderita epilepsi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kejang. Tergantung pada jenis obat dan dosis yang anda gunakan, juga bisa ada peningkatan risiko cacat lahir atau gangguan lain seperti :

1. Cacat saluran kencing
2. Jentung kongenital
3. Kelainan skeletal
4. Kemampuan intelektual yang rendah
5. Kemampuan kognitif yang buruk ( berbicara dan memahami )
6. Masalah memori

Apa Yang Harus Dilakukan Oleh Ibu Hamil Penderita Epilepsi Atau Ayan ?

1. Berkonsultasi Ke Dokter
Saat merencanakan kehamilan, disarankan wanita dengan penyakit epilepsi atau ayan berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf. Hal ini bertujuan agar dokter dapat memutuskan jenis obat apa yang akan anda konsumsi dengan harapan obat tersebut tidak membahayakan janin.

2. Rutin mengonsumsi obat antiepilepsi atau obat herbal yang aman untuk ibu hamil
Wanita hamil penderita epilepsi atau ayan disarankan untuk mengonsumsi obat antiepilepsi selama proses kehamilan hingga setelah melahirkan. Biasanya dokter akan memilih jenis obat yang aman dikonsumsi, tidak berisiko menyebabkan kecacatan pada bayi.

3. Mengonsumsi Suplemen Asam Folat
Asam folat bermanfaat mencegah bayi lahir dengan cacat otak dan tulang belakang. Biasanya ibu hamil dengan penyakit epilepsi akan diberi resep oleh dokter akan mengonsumsi asam folat dengan dosis tinggi. Atau, bagi wanita penderita epilepsi yang sedang melakukan program hamil akan disarankan untuk mengonsumsi suplemen asam folat ini sejak tiga bulan saat akan berhubungan intim.

4. Menjalani Persalinan Dengan Operasi Caesar
Penderita epilepsi sering mengalami kejang sehingga menimbulkan komplikasi saat melahirkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka biasanya akan disarankan ibu hamil menjalani persalinan dengan proses operasi caesar. Namun, apabila ibu hamil penderita epilepsi tidak pernah mengalami kejang maka tidak menutup kemungkinan ibu tersebut akan melahirkan bayinya melalui persalinan normal.

5. Memilih Rumah Sakit Yang Tepat
Bagi wanita hamil yang menderita epilepsi sebaiknya memilih rumah sakit atau klinik bersalin yang memiliki fasilitas perawatan epilepsi dan unit perawatan intensif bayi. Setelah menjalani proses persalinan, diusahakan untuk menyusui bayi meski dalam proses pengobatan.

6. Menerapkan Gaya Hidup Sehat
Sebelum hamil maupun sedang proses kehamilan, selalu upayakan untuk menjalani pola hidup sehat. Mulai dari menjaga tubuh dan sekitar, mengonsumsi makanan bernutrisi. Banyak air putih, beolahraga, berpikiran tenang agar terhindari dari stres, beristirahat cukup, tidak merokok, tidak mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung alkohol, nikotin, kafein, serta menghindari paparan langsung dari bahan bahan kimia.

Kejang terjadi saat pola abnormal dari akivitas listrik meningkat di otak. Ini dapat menyebabkan tubuh bergerak dengan tidak terkendali, dan juga dapat menyebabkan tidak sadar untuk waktu singkat. Anda perlu lebih memperhatikan jika anda sedang hamil selama menderita kejang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *