Komplikasi Penyakit Ayan Atau Epilepsi

By | March 16, 2017

Komplikasi Penyakit Ayan Atau Epilepsi

Komplikasi epilpepsi seperti yang didefinisikan oleh Commision of Epidemiology anda Prognosis of Epilepsi, adalah muncuolnya paling tidak 2 kali kejang tanpa provokasi (sebab dan gejala) dengan jarak antara kedua kejang paling tidak selama 24 jam.

Kejang Epilepsi

Komplikasi penyakit ayan atau epilepsi

Kejang maupun epilepsi bikan merupakan diagnosis atau jenis penyakit melainkan gejala proses yang mempengaruhi otak dalam berbagai cara, tetapi umumnya memiliki ekspresi klinis final berupa kejang. Kejang adalah pelepasan neuron otak yang berfrekuensi tinggi yang berlebihan atau mendadak abnormal.

Meskipun efek beberapa komplikasi epilepsi obstetri pernah dilaporkan terjadi lebih sering pda ibu hamilyang menderita epilepsi, namun hanya sedikit bukti statistik yang mendukung hasil observasi ini. Sejumlah laporan mengemukakan peningkatan sebanyak 2-3 kali lipat pada insidens perdarahan vaginal, solusio plasenta, pre-eklamosia.

Komplikasi Epilepsi

Serangan epilepsi yang menyeluruh berpotensi untuk membahayakan keselamatan ibu dan janinnya. Serangan kejang tonik-tonik dapat menyebabkan hipoksia janin serta asidosis dan beberapa perubahan kerdiotokografik yang pernah dikemukakan oleh Paul et al, ditahun 1978, tak hanya itu pendapat lainnya mengenaik komplikasi epilepsi yang terjadi pada ibu hamil yang dikemukakan oleh Byrne et al, ditahun 2001, beliau mengatakan epilepsi juga dpaat menyebabkan kerusakan akibat hipoksia pada embrio dan mengakibatkan malformasi.

Dalam kasus epilepsi yang jarang terjadi, penyakit epilepsi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa status epileptikus. Status epileptikus terjadi ketika penderita mengalami kejang selama lebih dari lima menita atau mengalami serangkaian kejang pendek tanpa kembali sadar diantara kejang. Status epileptikus dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak bahkan kematian.

Komplikasi lainnya yang juga jarang terjadi adalah kematian mendadak. Hingga kini, penyebab kematian mendadak pada penderita epilepsi masih belum dapat diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengemukakan bahwa itu berkaitan dengan dampak pada jantung dan pernapasan akibat kejang.

Komplikasi Epilepsi Pada Kehamilan

Tidak bisa dipungkiri bahwa penyakit epilepsi adalah salah satu jenis penyakit yang berbahaya bagi kehamilan seorang wanita. Kejang yang terjadi pada wanita yang ada didalam kandungannya dan juga dapat mengancam nyawa sang ibu. Beberapa jenis obat epilepsi pun ada yang berisiko membuat janin dalam kandungan menjadi cacat. Namun jika anda termasuk salah satu dari sekian banyak wanita yang menderita epilepsi tidak perlu cemas. Rencanakan dan lakukanlah pemeriksaan kandungan dan kondisi anda secara rutin kedokter untuk mengurangi komplikasi epilepsi yang akan anda alami. Banyak wanita yang menderita penyakit epilepsi namun maish bisa menjalani kehamilannya dengan normal dan melahirkan anak yang sehat tanpa menghiraukan adanya komplukasi epilepsi yang didapatnya.

Agar kejang atau komplikasi epilepsi lainnya dapat dicegah secara maksimal, pasien disarankan untuk meminum obat yang sesuai dengan apa yang sudah siresepkan dokter yang merawat anda secara teratur. Selain itu apabila penderita ingin berhenti mengkonsumsi atau beralih ke jenis OAE lainnya, ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai komplikais epilepsi yang akan terjadi setelah anda beralih ke OEA lainnya yang anda inginkan.

Segera beritahu dokter anda apabila anda mengalami migrain, perubahan suasana hati, depresi, atau bahkan keinginan yang lebih parah adalah keinginan untuk bunuh diri setelah mengkonsumsi OEA. Berikut beberapa obat OEA yang tersedia:

1. Phenobarbital Merupakan salah satu jenis OEA yang efektif digunakan untuk kejang parsial dan tonik klonik sebagai obat antikonvulsan yang dapat digunakan untuk mengurango terjadinya komplikasi epilepsi. Efek samping yang akan dialami penderita epilepsi yang mengkonsumsi OEA ini adalah kelelahan, mengantuk, sedasi dan depresi.

2. Phenytoin, yang Merupakan obat pilihan pertama untuk kejang umum dan kejang tonik-klonik. Efek samping yang penderita alami dari penggunaan obat ini adalah lemah, kelelahan, gangguan penglihatan, disfungsi korteks dan mengantuk.

3. Carbamazepine, Secara kimia obat ini merupakan golongan antidepresan triliklik yang digunakan sebagai pilihan pertama untuk menangani komplikasi epilepsi pada kejang parsial dan tonik klonik. Efek samping yang akan dihasilkan dari penggunaan obat ini adalah gangguan penglihatan, pusing, lemah, mengantuk, mual, goyah dan dapat juga terjadi efek samping hypornathemia.

Atau kami disini akan merekomendasikan obat herbal alami tanpa efeksamping sudah terdaftar di Depkes dan sudah ada BPOM nya. Obat Herbal ini terbuat dari teripang emas asli yang berkhasiat untuk menyembuhkan segala penyakit termasuk penyakit Epilepsi. Obat Herbal Qnc Jelly gamat ini bisa dikonsumsi oleh kalangan usia, oleh ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak anak, dan tanpa ada efek samping. Dan Cara pemesanannya sangat gampang sekali. Herbal Kami Kirim Barang Dulu Setelah Barang Diterima Baru Transfer Pembayaran.

penyebab epilepsi kambuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *