Langkah Menolong Orang Yang Terkena Penyakit Epilepsi

By | May 14, 2018

Langkah Menolong Orang Yang Terkena Penyakit Epilepsi

Langkah Menolong Orang Yang Terkena Penyakit Epilepsi

Banyak orang yang percaya bahwa kejang sama dengan epilepsi. Meskipun kedua istilah ini sering dipakai bersamaan, kejang (merupakan kejadian tunggal) berbeda dari epilepsi (terdiri dari dua atau lebih kejadian kejang berulang tanpa alasan).

Apa itu Epilepsi ?

Epilepsi adalah gangguan neurologis saat kelompok sel saraf otak, disebut neuron, terkadang melepaskan sinyal abnormal sehingga menyebabkan kejang. Beberapa orang mengalami konvulsi (kontraksi otot umum yang mendadak dan berulang) dan kehilangan kesadaran. Yang lainnya mungkin hanya berhenti dari apa yang sedang mereka lakukan, memiliki kekosongan kesadaran singkat, dan menatap kejauhan, seperti sedang bengong. Beberapa orang bisa sangat jarang mengalami kejang epileptik, sedangkan sebagian lainnya bisa mengalami kejang hingga ratusan kali dalam sehari.

Apa Yang Menyebabkan Epilepsi ?

Umumnya seseorang tidak dianggap mengidap epilepsi jika ia tidak pernah mengalami dua atau lebih kejadian kejang tidak beralasan yang terpisah setidaknya dalam 24 jam. Epilepsi disebabkan oleh banyak hal, namun pada sebagian besar pengidapnya, penyebab pasti tidak diketahui. Pada kasusu lainnya, epilepsi adalah akibat dari faktor genetik, abnormalitas perkembangan otak, infeksi, tumor otak, cedera otak, atau kondisi medis lainnya yang dapat teridentifikasi. Segala hal yang dapat menganggu pola normal dari aktivitas neuron, mulai dari penyakit, kerusakan otak, hingga ketidaknormalan tumbuh kembang otak bisa mengakibatkan kejang.

Sebaliknya kejang umum adalah kondisi kejang yang disebabkan oleh berbagai macam faktor pencetus, misalnya demam tinggi, infeksi sistem saraf, cedera otak traumatik akut, atau ketidak seimbangan gula darah atau elektrolit.

Apa Tanda Dan Gejala Epilepsi

Kebanyakan kejang epileptik termasuk spontan, singkat, dan membatasi diri.
Tanda dan gejala epilepsi mungkin termasuk :
>> Kebingungan sementara
>> Mata kosong, menatap satu titik terlalu lama
>> Gerakan menyentak tak terkendali pada tangan dan kaki
>> Hilang kesadaran sepenuhnya atau sementara
>> Gejala psikis
>> Kekakuan otot
>> Gemeter atau kejang, pada sebagain anggota tubuh (wajah, lengan, kaki) atau keseluruhan
>> Kejang yang diikuti oleh tubuh menegang dan hilang kesadaran secara tiba tiba, yang bisa menyebabkan orang tersebjut tiba tiba terjatuh.

Pertolongan Pertama Pada Epilepsi

Mayoritas orang yang terdiagnosis dengan epilepsi dapat mengendalikan kejadian kejang mereka dengan obat obatan dan pembedahan. Akan tetapi, hingga 30-40 persen penderita epilepsi diharuskan untuk terus hidup dengan risiko kejang karena terapi perawatan yang tersedia tidak sepenuhnya bisa mengontrol kejang mereka.

Jika anda bersama seseorang yang mengalami kejang epileptik tonik klonik (kejang yang diikuti oleh kelakuan otot dan kehilangan kesadaran yang membuat orang tersebut berisiko terjatuh) anda harus mencoba untuk :
>> Tetap tenang dan tetap bersama orang tersebut
>> Hitung waktu kejang dari awal hingga akhir
>> Longgarkan pakaian dan sekitar lehernya
>> Singkirkan benda benda tajam dan berbahaya (Kacamata, funitur, benda keras lainnya) dari orang tersebut
>> Minta orang disekitar, Jika ada, untuk mundur dan memberi ruangan untuk orang tersebut.
>> Secara perlahan, baringkan orang tersebut dalam posisi miring secepat mungkin, taruh bantal (atau sesuatu yang lembut) dibawah kepalanya, dan buka rahangnya untuk membuka jalur pernapasan yang lebih baik sekaligus mencegah orang tersebut dari tersedak air liur atau muntah. Seseorang tidak bisa menelan lidahnya, tapi lidah bisa terdorong ke belakang dan menyebabkan terhalangnya jalur napas.
>> Terus bekomunikasi dengan orang tersebut sehingga anda tahu kapan mereka telah sadar
>> Setelah korban sadar, ia mungkin merasa linglung. Tetap temani dan tenangkan korban. Jangan tinggalkan korban sendirian sampai ia merasa benar benar kembali fit

Jangan Lakukan Hal ini :
>> Menahan kejang atau mengekang orang tersebut. Hal ini bisa berakibat cedera
>> Memasukkan benda apapun ke dalam mulut korban atau menarik lidahnya keluar. Hal ini juga bisa menyebabkan cedera
>> Memberi makan, minum, atau obat sampai korban benar benar pulih dan sadar sepenuhnya

Jika kejang terjadi saat orang tersebut berada di kursi roda, kursi penumpang kendaraan, atau kereta dorong anak, biarkan ia tetap terduduk selama keadaan mereka aman dan terjaga oleh sabuk pengaman. Sangga kepalanya sampai kejang selesai. Terkadang, korban perlu diangkat keluar dari kursi saat kejang selesai, misalnya, jika jalur pernapasannya tersumbat atau mereka butuh tidur. Jika ada makanan, minum, atau muntah pindahkan orang tersebut dari kursi dan segera baringkan dalam posisi menyamping.

Jika kondisi tidak memungkinkan untuk memindahkan korban, terus berikan dukungan pada kepalanya untuk memastikan kepala tidak terkulai ke belakang, kemudian buang isi mulut mereka sata kejang usai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *