Mengenal Gejala Epilepsi atau Ayan Pada Anak

By | October 6, 2018

Mengenal Gejala Epilepsi atau Ayan Pada Anak

Sebagai orang tua ketika harus menghadapi epilepsi atau ayan pada anak, rasa khawatir pastinya tidak berhenti menyelimuti pikiran anda. Apalagi ketika harus melihatnya kejang kejang. Meski berat, anda harus tetap tenang dan menghadapi epilepsi pada anak dengan cara yang benar.

Epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat atau aktivitas sel saraf diotak. Anak anak yang menderita epilepsi akan menampakkan gejala seperti kejang kejang, dan kadang juga kehilangan kesadaran diri, pada saat terjadi serangan. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat memperngaruhi perkembangan dan kemampuan belajarnya.

Mengenal Gejala Epilepsi atau Ayan Pada Anak

Banyak orang yang berasumsi bahwa penyakit epilepsi atau biasanya dikenal dengan istilah ayan ini hanya satu jenis dan satu sebab yakni kejang kejang, padahal epilepsi sendiri memiliki klasifikasi – klasifikasinya sendiri dimana kejang kejang ialah epilepsi yang sudah pada klasifikasi kedua. Klasifikasi umum epilepsi yang biasanya terjadi pada si penyandangm dimana klasifikasinya ialah :

1. Epilepsi Partial Seizure

Gejalanya, anak suka melamun namun masih sadar akan sekelilingnya

2. Epilepsi Generalized Seizures

Gejalanya, melamun yang berlanjut menjadi tak sadarkan diri plus badan lemas untuk beberapa waktu tertentu, dan biasanya itu terjadi ketika si anak mengalami atau aktivitas jantung meningkat.

3. Unclassifed Epileptic Seizures

Gejalanya, biasanya epilepsi ini akan membuat seseorang langsung tak sadarkan diri diiringi dengan kejang kejang dan dengan penyebab epilepsi yang sudah tak bisa terdeteksi. Epilepsi memang akan mepengaruhi otak anak, disebabkan karena otak yang sedang berkembang sangat rentan terhadap perubahan dari dalam atau luar tubuh. Pada anak, epilepsi dapat mempengaruhi fungsi kognitifnya yaitu kemampuan dalam belajar menerima dan mengelola informasi dari lingkungan untuk menyelasaikan masalah yang dihadapi.

Bagian otak yang mengalami gangguan akan menentukan jenis gangguan kognitif yang dialami. Misalnya, jika bagian yang terkenda adalah bagian kiri, umumnya akan memberikan gejala berupa gangguan berbahasa dan kemampuan verbal, kemampuan mengenal dan mengingat apa yang didengar, mengeja, membaca, berbicara, kemampuan berhitung dan kemampuan bidang matematika. Sementara jika bagian yang terkena adalah bagian kanan, gejala yang timbul berupa gangguan untuk mengenal dan mengingat kembali apa yangh dilihat, menulis serta mengakibatkan koordinasi motorik yang buruk, sehingga tidak terampil dan sulit dalam membedakan antara kanan dan kiri.

Gejala Epilepsi Atau Yang Terjadi Pada Anak

1. Tatapan Mata Kosong

Jika anak berhenti melakukan apa yang sedang dia lakukan dan menatap dengan tatapan mata kosong seperti melamun, orang tau harus waspada. Gejala ini disebut sebagai kejang petit mal (petit mal seizure). Lengan atau kepala anak mungkin akan tampak lunglai, namun kejang jenis ini biasanya tidak akan menyebabkan anak jatuh ke bawah atau kehilangan kesadaran. Setelah kejang berakhir ( berlangsung dalam waktu 30 detik sampai satu menit) anak tidak akan menyadari apa yang telah terjadi.

2. Kejang Total (Total covulsions)

Kejang grand mal (grand mal seizures) adalah penyebab kejang total tubuh. Kejang ini merupakan kejang yang paling serius. Kejang total akan menyebabkan anak jatuh ke tanah dan kehilangan kesadaran. Kejang total biasanya berlangsung sekitar 2 sampai 5 menit. Selama kejang berlangsung tubuh anak akan kaku dan bergetar tak terkendali. Anak mungkin akan kehilangan kontrol kandung kemihnya, sehingga keluar air seni tanpa disadarinya. Selain itu, air liur mungkin juga akan keluar disertai bola mata anak yang memutar kebelakang. Setelah kejang berakhir, anak akan bingung selama beberapa menit, otot ototnya menjadi sakit dan akan tertidur untuk waktu yang lama.

3. Kedutan (Twitching)

Meskipun kedutan dapat muncul pada berbagai jenis epilepsi, namun akan terlihat lebih jelas pada epilepsi fokal. Kedutan biasanya bersifat lokal, kemungkinan dimulai pada satu jari atau telapak tangan. Kemudian akan semakin memburuk, menjalar hingga ke lengan kemudian menyebar sampai kebagian atau seluruh tubuh menjadi berkedut. Sebagian anak tetap sadar, namun sebagian yang lain akan kehilangan kesadaram saat mengalami gejala ini.

4. Aura

dianggap sebagai tanda peringatan. Aura terjadi sesaat sebelum kejang berlangsung. Sebuah aura dapat menyebabkan anak tiba tiba merasa sakit tanpa sebab, mendengar suara yang tidak nyata, atau mencium bau yang tidak ada sumbernya. Anak juga akan mengalami masalah dengan penglihatan atau perasaan aneh disuatu tempat dibagian tubuhnya, terutama di perutnya. Walaupun anak mungkin tidak mengenali tanda tanda peringatan sebagai aura, seiring berjalannya waktu anda akan dapat menghubungkan tanda tanda awal dengan serangan epilepsinya.

Epilepsi atau ayan pada anak memang terdengar seperti sesuatu yang mengerikan. Tapi dengan penanganan yang tepat, seperti memberikan obat obatan dan berkonsultasi ke dokter secara rutin, serta mengawasi aktivitasnya, dapat mengurangi risiko anak terkena bahaya. Terimakasih Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *