Pengertian Ayan Atau Epilepsi Yang Wajib Anda Ketahui

By | March 24, 2017

Pengertian Ayan Atau Epilepsi Yang Wajib Anda Ketahui

Penyakit Epilepsi-Banyak orang berasumsi bahwa penyakit epilepsi atau biasanya dikenal dengan istilah ayan ini hanya satu jenis dan satu sebab yakni kejang-kejang. Padahal, epilepsi sendiri memiliki klasifikasi-klasifikasinya sendiri dimana kejang-kejang ialah epilepsi yang sudah pada klasifikasi kedua.

Menurut Wikipedia:

Ayan atau epilepsi adalah penyakit saraf menahun yang menimbulkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan. Kata epilepsi berasal dari bahasa Yunani (Epilepsia) yang berarti serangan.

Epilepsi atau penyakit ayan adalah suatu gangguan pada sistem syaraf otak manusia karena terjadinya aktivitas yang berlebihan dari sekelompon neuron pada otak sehingga menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh manusia mulai dari bengong sesaat, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejang dan atau kontraksi otot.

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pengertian epilepsi

Soal penyebab penyakit epilepsi memang belum diketahui secara jelas. Penyakit epilepsi atau ayan bisa terjadi karena faktor genetika namun bukanlah penyakit keturunan. Selain itu, kerusakan otak ketika proses kelahiran, stroke, luka kepala, tumor otak dan pengaruh alkohol merupakan penyebab penyakit epilepsi. Otak memiliki jutaan sel syaraf yang disebut dengan neuoron yang berfungsi sebagai kordinator di dalam tubuh agar kita bisa berakitivitas yang mencakup melihat, berpikir, bergerak dan bahkan perasaan kita. Namun, pada penderita penyakit epilepsi, karena beberapa penyebab epilepsi yang telah disebutkan tadi syaraf-syaraf tersebut kadang tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Pada sebagian lainnya, epilepsi dapat berkaitan dengan berbagai faktor :

1. Pengaruh Genetik
Beberapa jenis epilepsi, yang dikategorikan sebagai kejang, diturunkan didalam keluarga, sehingga mungkin sekali ada pengaruh genetik. Pada sebagian besar orang, faktor genetik hanya merupakan salah satu bagian dari penyebab terjadinya epilepsi, yang membuat seseorang lebih rentan terhadap faktor lingkungan yang memicu terjadinya kejang.

2. Trauma Kepala

3. Demensia
Merupakan penyebab tersering epilepsi pada orang tua

4. Penyakit
Seperti meningtis, AIDS, dan ensefalitis virus

5. Gangguan Medis
Lain seperti stroke atau serangan jantung, yang menyebabkan kerusakan pada otak

6. Cedera Sebelum Lahir
Sebelum dilahirkan, bayi rentan untuk mengalami kerusakan otak, yang dapat disebabkan oleh infeksi pada ibu, nutrisi yang buruk, atau kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan palsy serebral pada anak. Sekitar 20% kejang pada anak-anak berhubungan dengan palsy serebral.

7. Gangguan Perkembangan
Epilepsi terkadang dapat berhubungan dengan gangguan perkembangan, seperti autisme dan sindroma down.

Faktor-faktor Epilepsi Berupa :

> Kurang tidur
>> Stress emosional
>> Infeksi
>> Obat-obat tertentu
>> Alcohol
>> Perubahan hormonal
>> Terlalu lelah
>> Fotosensitif

Gejala atau Tanda-tanda Penyakit Epilepsi :

> Jadi pusing
>> Pandangan mata berkunang-kunang
>> Alat pendengaran kurang sempurna
>> Keluar keringat terlalu berlebih serta mulut keluar busa
>> Pasien jatuh pingsan diiringi dengan jeritan
>> Seluruh urat-urat mengejang
>> Lengan serta tungkai menjulur kaku
>> Tangan menggengam dengan jamatannya
>> Seringkali lidah luka tergigit dikarenakan rahang terkatup rapat
>> Pasien sukar bernafas serta muka merah atau kebiru-biruan

Perbedaan Gejala yang terjadi tergantung jenisn kejang-kejang. Pada banyak kasus, orang dengan epilepsi akan cenderung memiliki jenis kejang-kejang yang sama setiap waktu, jadi gejala yang terjadi akan sama dari kejadian ke kejadian. Pada beberapa kasus, kejang kejang dapat dimulai secara parsial dan kemudian menjadi general.

Kejang-kejang Parsial (Sebagian)

ketika kejang-kejang muncul sebagian hasil dari aktifitas otak yang tidak normal pada satu bagian otak tersebut, ilmuan menyebutkan kejang kejang parsial atau sebagian. Kejang-kejang jenis ini terdiri dari dua kategori :

1. Simple partial seizures (kejang-kejang parsial sederhana). Kejang kejang ini tidak menghasilkan kehilangan kesadaran. Kejang-kejang ini mungkin akan mengubah emosi atau berubahnya cara memandang, mencium, merasakan, mengecap, atau mendengar. Kejang kejang ini bisa juga menghasilkan hentakan bagian tubuh secara tidak sengaja, seperti tangan atau kaki, dan gejala sensorik secara spontan seperti perasan geli, vertigo dan berkedip terhadap cahaya.

2. Complex partial seizures (kejang-kejang parsial kompleks). Kejang kejang ini menghasilkan perubahan kesadaran, itu karena anda kehilangan kewaspadaan selama beberapa waktu.

Kejang-kejang General

Kejang-kejang yang melibatkan seluruh bagian otak disebut kejang-kejang general. Empat tipe dari kejang-kejang general adalah:

1. Absence seizures (juga disebut petit mal). Kejang-kejang ini memiliki dikarakteristikan oleh gerakan tubuh yang halus dan mencolok, dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran secara singkat.
2. Myoclonic seizures. Kejang kejang ini biasanya menyebabkan hentakan atau kedutan secara tiba-tiba pada tangan dan kaki
3. Atonic seizures. Juga dikenal dengan drop attack, kejang kejang ini menyebabkan hilangnya keselarasan dengan otot-otot dan dengan tiba-tiba collapse dan terjatuh.
4. Tonic-clonic seizures (juga disebut grand mal). Kejang kejang yang memiliki intensitas yang paling sering terjadi. Memiliki karakteristik dengan hilangnya kesadaran, kaku dan gemetar, dan hilangnya kontrol terhadap kandung kemih.

Penanganan Penyakit Epilepsi

Penyandang epilepsi harus segera mengambil pengobatan yang tepat dan teratur. Pasalnya, bila dibiarkan kualitas hidup penyandang epilepsi bisa berkurang. Apalagi ditambah stigma negatif yang masih melekat dimasayarakat seperti penyakit kutukan, diguna-guna, kerasukan setan, gangguan jiwa dan penyakit yang menular melalui air liur, yang semakin memperburuk kondisi penyandang epilepsi. Bahkan tak jarang karena stigma tersebut penyandang dikucilkan masyarakat dan potensinya tak dianggap.

Pengobatan Penyakit Epilepsi

Jika penyakit epilepsi tersenut penyebabnya adalah tumor, infeksi atau kadar gula maupun natrium yang abnormal, maka keadaan tersebut harus diobati terlebih dahulu. Jika keadaan tersebut sudah teratasi, maka kejangnya sendiri tidak memerlukan pengobatan. Jika penyebabnya tidak dapat disembuhkan atau dikendalikan secara total, maka diperlukan obat anti kejang untuk mencegah terjadinya kejang lanjutan. Sekitar sepertiga penderita mengalami kejang kambuhan, sisanya biasanya hanya mengalami 1 kali serangan. Obat obatan biasanya diberikan kepada penderita yang mengalami kejang kambuhan. Status epileptikus merupakan keadaan darurat, karena itu obat anti kejang diberikan dalam dosis tinggi secara intravena.

cara pemesananan qnc jelly gamat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *