Penyebab Nafas Berat Yang Sering Anda Rasakan

By | June 16, 2017

Penyebab Nafas Berat Yang Sering Anda Rasakan

Pernafasan sangat penting sebagai fondasi untuk beraktivitas sehari-hari. Kenyataannya, ada kalanya nafas berat menyerang sehingga aktivitas terganggu. Kenali kemungkinan penyebabnya.

Nafas berat setelah berolahraga berat adalah hal normal. Tetapi nafas berat yang dirasakan tiba-tiba secara kuat atau sering muncul disaat tertentu, perlu diwaspadai sebagai gejala suatu kondisi lain yang bisa jadi perlu segera ditangani.

Penyebab Nafas Berat Yang Sering Anda Rasakan

Mengenali kemunginan-kemungkinan penyebab utama nafas berat diharapkan dapat memudahkan anda untuk melakukan penanganan awal. Dibawah ini adalah berbagai penyabab nafas berat yang dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius.

Nafas Berat Tak Terduga

Nafas berat yang terjadi secara tidak terduga dan tiba-tiba umumnya dapat disebabkan beberapa kondisi berikut.

>> Nafas berat timbul sebagai gejala tunggal dalam kondisi serangan jantung, tanpa diiringi oleh gejala lainnya seperti nyeri dada dan kecemasan berlebih, sehingga perlu diwaspadai, pada kasus ini, napas berat dipicu oleh gangguan kinerja jantung dalam memopma darah ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan berbagai gangguan kinerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan berbagai gangguan, termasuk penumpukan cairan dalam paru yang juga memperberat nafas. Selain itu, nafas berat dapat berhubungan dengan detak jantung seperti detak jantung tidak beraturan atau terlalu cepat ( Fibrilasi atrial), ataupun takardia supraventrikular).

>> Reaksi alergi yang parah atau dikenal sebagai anafilaksis, juga dapat menimbulkan nafas berat yang tak terduga, akibat dari penyempitan saluran pernafasan yang terjadi secara mendadak.

>> Kecemasan dan serangan panik dapat mengakibatkan seseorang mengalami nafas berat secara tiba tiba

>> Pengaruh lingkungan ekstrim, seperti ruangan minim ventilasi, paparan suhu terlalu panas (heatstroke)

>> Fibrosis pulmoner , diabetes ketoasidosis maupun pneumothorax, merupakan beberapa penyabab lain dari nafas berat yang timbul secara tidak terduga.

Sulit bernafas atau nafas berat secara tiba-tiba adalah salah satu alasan utama orang dibawa kerumah sakit. Waspadalah jika ada anggota keluarga atau diri sendiri yang mengalaminya.

Nafas berat bertahap atau kronis

Nafas berat yang terjadi secara bertahap atau terus berulang pada kondisi tertentu

>> Pengidap sinusitis mengalami nafas berat karena kesulitan bernafas yang terjadi dalam setidaknya 1-2 minggu, hingga sumbatan sinus dan peradangan reda.
>> Nafas berat dapat menjadi gejala penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) seperti bronkitis kronis dan emfisema
>> Nafas berat juga dapat bertakar pada penyakit serius lain seperti pneumonia, tuberkulosis, kanker paru, hingga HIV/AIDS.
>> Asma yang tidak tertangani
>> Anemia rendahnya kadar oksigen dalam darah akibat kekurangan sel darah merah atau hemoglobin
>> Pengaruh kondisi lingkungan sehari-hari, baik di lingkungan rumah tangga maupun lingkungan kerja, seperti paparan bahan kimia yang terhirup, zat buang, dan polusi udara.
>> Kondisi-kondisi lain yang dapat menimbulkan nafas berat jangka panjang atau kronis antara lain adalah gangguan katup jantung, emboli paru, efusi pleura, kolaps paru akibat kanker paru, tuberkulosis, pneumonia dan serangan panik berulang.

Selain nafas berat gangguan pernafasan dapat juga mendatangkan gejala lain seperti mata dan hidung berair, dada sesak, batuk, besin, hidung tersumbat.

Dengan melakukan perubahan-perubahan dalam keseharian, nagas berat ternyata dapat dicegah atau dikurangi. Contohnya adalah :

>> Kenakan masker penutup mulut dan hidung saat melakukan pekerjaan rumah seperti membersihkan perabotan berderbu. Dapat pula digunakan saat berkendara di lingkungan yang penuh polusi udara
>> Cuci sprei tempat tidur setidaknya seminggu sekali
>> Sebisa mungkin hindari berada di sekitar paparan bulu binatang, terutama jika anda alergi terhadapnya
>> Bersihkan saluran penyaring udara pada pendingin ruangan secara teratur untuk membantu mengurangi alergi
>> Gunakan masker khusus dan alat pelingdung diri lainnya selama berada dilingkungan kerja yang mungkin banyak dikelilingi oleh bahan kimia, seperti pabrik, salon, dan bengkel.

Diagnosis yang tepat tentang penyebab nafas berat diperlukan agar penanganan juga dapat diberikan dengan tepat. Disamping itu, penanganan pada satu orang dengan kasus yang sama belum tentu juga berhasil untuk orang lain. Dibawah ini adalah beberapa langkah penanganan nafas berat.

>> Obat-obatan oral maupun semprot dapat digunakan untuk menangani nafas berat pengidap alergi dapat mengonsumsi obat alergi seperti dekongestan dan antihistamin untuk melegakan pernafasan
>> Nafas berat karena alergi kronis dapat diredakan dengan steroid hirup
>> Nafas berat karena asma dapat ditangani dengan obat oral ataupun hirup untuk membuka serta mengurangi peradangan pada saluran pernafasan
>> Suntikan alergi berupa antihistamin, bronkodilator, steroid, maupun epinefrin dapat diberikan untuk mengurangi sensitivitas terhadap alergen dan meredakan beberapa gangguan pernapasan seperti asma dan reaksi anafilaksis
>> Antibiotik kadang diperlukan untuk menangani nafas berat akibat pneumonia atau rang paru
>> Dalam jangka panjang, perubahan gaya hidup yang menyertau konsumsi obat dapat berperan penting meredakan nafas berat akibat penyakit jantung
>> Jika nafas berat diakibatkan serangan panik, konsentrasi untuk menarik nafas perlahan atau bernafas dengan mengembuskannya ke dalam tas kertas mungkin dapat membantu pernafasan kembali normal.

Dalam mendeteksi penyebab nafas berat, dokter akan memeriksa identitas dan riwayat keluhan pasien, kesehatan fisik fasien dengan beberapa pemeriksaan berbeda, juga riwayat kesehatan keluarga. Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *