Penyebab Penyakit Ayan

By | February 21, 2017

Penyebab Penyakit Ayan

Kelainan yang terjadi pada otak merupakan Penyebab Penyakit Ayan Epilepsi. Penyakit epilepsi ini merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapapun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi. Penyakit epilepsi yang menyerang penderitanya tidak pernah memandang umur. Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman virus dan bakteri. Beberapa penyebab penyakit ayan yang akan mengakibatkan munculnya gejala yang ditunjukkan oleh penyandang penyakit ayan jika sedang mengalami bangkitan atau serangan epilepsi.

 

penyebab penyakit ayan

 

Penyakit ayan atau lebih dikenal dengan epilepsi adalah penyakit syaraf menahan yang menimbulkan serangan mendadak berulang-ulang tak beralasan.

Penyebab Penyakit Ayan Atau Epilepsi

Penyebab utama dari penyakit ayan atau epilepsi ini belum dapat diketahui dengan jelas. Tetapi penyebab utamanya kemungkinan adanya gangguan susunan urat saraf pusat atau otak. Penyakit ayan yang cukup parah disebut grandmal. Umumnya epilepsi mungkin disebabkan oleh kerusakan otak dalam proses kelahiran, luka kepala, penyakit stroke yang terjadi pada orang dewasa, tumor otak yang biasanya diderita oleh anak-anak, alkohol. Kadang epilepsi mungkin juga karena genetik, tapi epilepsi bukan penyakit keturunan. Otak adalah struktur yang kompleks, terbuat dari jutaan sel saraf(neurones). Otak mengontrol banyak tugas, seperti kesadaran, gerakan, dan postur. Otak mengirim dan menerima pesan-pesan sehingga kegiatan-kegiatan ini terjadi.

Jika ada kesalahan dalam pengiriman atau penerimaan pesan yang disebabkan oleh lepas muatan listrik abnormal atau berlebihan sel saraf, beberapa atau bahkan seluruh fungsi otak akan berhenti untuk sementara. Jika itu terjadi, orang akan merasakan bangkitan epilepsi(seizure). Jadi secara klinis, suatu bangkitan dinyatakan epilepsi jika disebabkan oleh hiperaktifitas listrik di saraf otak, bukan karena penyakit otak akut.

Penyebab Dari Penyakit Epilepsi Adalah :

1. Faktor genetik, namun bukan faktor keturunan
2. Adanya perubahan zat kimia dalam otak kita
3. Pernah mengalami gangguan fisik atau mental
4. Bisa karna faktor lingkungan
5. Pada proses kelahiran terjadi luka pada kehamilan

Penyakit epilepsi yang sudah diketahui penyebabnya seperti diatas sering disebut juga dengan epilepsi sekunder, sedangkan penyakit epilepsi yang penyebabanya belum diketahui disebut juga dengan epilespi primer.

Penyebab penyakit ayan dapat disembuhkan dengan menggunakan terapi. Terapi ini bertujuan untuk tercipatnya kualitas hidup yang lebih optimal bagi penderita penyakit epilepsi ini. Harapan dari pengobtaan terapi ini bagi penderita penyakit epilepsi adalah agar penderita dapat terhindar dari bangkitan kejang, bahkan dapat mencapai keadaan bebas dari kejang.

Penyebab Spesifik Dari Penyakit Ini Adalah :

1. penyakit tumor otak yang merupakan penyebab peyakit epilepsi yang tidak umum terutama pada anak-anak.
2. Mengalami Cedera kepala yang dapat menyebabkan kerusakan yang terjadi pada otak.
3. Penyumbatan pembuluh darah otak atau kelainan pembuluh draah pada otak
4. Terjadi radang infeksi, infeksi pada otak atau selaput otak
5. Kelainan yang terjadi pada saat kelahiran, seperti kurang oksigen yang mengalir ke otak, kerusakan yang terjadi karena tindakan.

Diagnosa Penyakit Ayan

Diagnosa yang dapat dilakukan terhadap penderita penyebab penyakit ayan atau epilepsi ini dapat dilakukan atas dasar adanya gejala atau tanda klinis yang muncul akibat dari penyebab yang akan mengakibatkan ayan dalam bentuk bangkitan kejang yang terjadi secara berulang-ulang. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosa pada penderita penyakit epilepsi ini adalah dimulai dengan anamnesisi yang dilakukan melalui wawancara dengan penderita dan yang pernah melihat timbulnya bakitan kejang pada penderita.

Informasi yang tepat mengenai bangkitan yang terjadi pada penderita sangat penting untuk memastikan apakah itu penyakit epilepsi atau bukan. Atau dapat juga dilakukan pemeriksaan fisik dan neurologi(saraf). Juga dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan rekaman gelombang otak dengan EEG, pemeriksaan pencitraan dengan MRI, dan pemeriksaan laboratorium.

Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *