Gunakan Diet Kategonik Cara Tepat Mencegah Gejala Ayan Kumat

By | January 22, 2019

Diet kategonik, alias diet keto sedang digandrungi banyak orang karena dianggap ampuh menggelontorkan lemak tubuh dalam waktu cepat. Padahal, diet keto secara khusus hanya ditujukan sebagai obat epilepsi alami bagi orang orang yang punya gejala ayan. Mengapa orang dengan epilepsi membutuhkan diet keto ? Bagaimana diet kategonik dapat mencegah kambuhnya kejang ?

Pola Diet Kateginik Bisa Dijadikan Obat Ayan Alami

Epilepsi atau yang dikenal masyarakat sebagai ayan, adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kejang berulang secara spontan tanpa adanya pemicu spesifik. Kejang ayan diakibatkan oleh adanya aktivitas listrik otak yang tak normal, sehingga menyebabkan gangguan sinyal di sistem saraf.

Sejak pertama kali dirancang tahun 1920-an, diet kategonik sengaja diterapkan untuk orang orang yang punya epilepsi. Diet yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak ini dapat mengatasi bahkan menghentukan gejala kejang yang kambuh pada anak dengan epilepsi. Pola diet keto dirancang sedemikian rupa agar seseorang hanya mengandalkan asupan lemak sebagai sumber energi utama tubuh, bukannya karbohidrat.

Apabila konsumsi lemak normal adalah sekitar 20-30%, diet ketagonik menganjurkan asupan lemak mencapai 60-70% dengan tujuan membuat tubuh masuk ke kondisi ketosis. Dalam keadaan normal, ketosis terjadi saat seseorang tidak mengonsumsi karbo atau mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat. Kekurangan karbohidrat membuat kadar glukosa turun sehingga tubuh mulai memecah lemak untuk dijadikan sebagai energi. Proses ini kemudian menghasilkan zar keton. Semakin banyak lemak yang digunakan, maka makin banyak pula zat keton yang dihasilkan.

Belum jelas sampai saat ini mengapa diet kategonik dapat dijadikan obat ayan alami untuk menghentikan kejang. Namun, para ahli menyatakan bahwa hasil zat keton yang dihasilkan dapat membantu menormalkan aktivitas listrik otak. Oleh karena itu, orang yang punya epilepsi dianjurkan untuk memperbanyak asupan lemak dan membatasi karbohidrat agar karbohidrat tak menjadi sumber energi utama.

Seberapa Efektif Diet Ketogenik Untuk Orang Dengan Ayan ?

Di berbagai penelitian, diet ketagoneik cukup efektif mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali gejala kejang pada anak dengan epilepsi. Salah satu penelitian diketahui bahwa kejadian kejang berkurang pada 50% anak anak dengan epilepsi yang yang tiba tiba muncul. Biasanya, diet ini baru diterapkan bila pemberian obat epilepsi dari dokter tidak dapat mengatasi atau mengurangi gejala kejang.

Namun sampai saat ini diet ketagonik hanya dianjurkan untuk diterapkan pada pasien anak anak. Diet keto sebagai alternatif obat epilepsi jarang diresepkan untuk orang dewasa, mengingat diet ini harus dilakukan dengan disiplin dan ketat. Namun, sebuah studi menyatakan kalau diet ini juga sama efektifnya jika dilakukan pada pasien dewasa.

Cara Menjalani Diet Ketagonik Untuk Orang Yang Punya Gejala Kejang Epilepsi

Diet ketogenik diterapkan pada pasien epilepsi dengan perbandingan antara lemak dengan karbohidrat sebesar 2:1 hingga 4:1 dan dilakukan secara bertahap. Angka ini harus disesuaikan dengan kebutuhan masing masing anak. Biasanya, perbandingan yang paling sering diterapkan adalah 3:1 yaitu gram lemak dan 1 gram karbohidrat.

Pada keadaan yang normal, lemak hanya diperlukan sekitar 25-40% dari kebutuhan kalori perhari. Sementara, pada anak yang mengalami ayan, pemberian lemak dalam sehari bisa mencapai 80-90% dari kebutuhannya.

Bagaimana menerapkannya ? Tentu, karena rendah karbohidrat, makanan pokok seperti nasi, jagung, atau kentang, sudah tidak ada lagi didalam menu makanan. Sebagai penggantinya anak dengan epilepsi akan diberikan lauk pauk penuh lemak.

Penerapan diet ini sebaiknya dilakukan dibawah pengawasan ahli gizi, sebab perhitungan zat gizi pada diet ini harus dilakukan dengan tepat.

Perubahan Tubuh Ketika Melakukan Diet Keto

  • Tingkat Insulin Turun

Biasanya, setelah anda makan nasi atau makanan yang mengandung glukosa, kadar insulin akan naik. Tapi ketika anda berada dalam ketosis, kadar insulin akan turun, kata Steva Hetzler, PHD, RD peneliti ilmiah utama di EAS Sports Nutrition.

Dengan tingkat insulin yang lebih rendah, diyakini asam lemak lebih mudah dilepaskan dari jaringan tubuh, agar bisa digunakan untuk bahan bakar jelasnya. Karena tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi utama dan bukan karbohidrat, tubuh akan membakar lebih banyak lemak, yang berarti anda benar benar bisa kehilangan beberapa kilogram dengan cepat.

  • Rasa Lapar Berkurang

Karena anda meningkatkan konsumsi protein, maka perut akan terasa kenyang lebih lama. Tapi diluar itu, diet ketagonik juga bisa berperan dalam menekan nafsu makan, kata Hertzler.

” Satu teori adalah bahwa tubuh anda merespons diet ketogen seperti layaknya keadaan puasa. Tubuh beradaptasi dengan pembakaran lemak sebagai bahan bakar, melepaskan keton kedalam darah, jelasnya. Hal ini akan membuat sinyal lapar di otak berkurang.

  • Anda Mulai Merasa Sakit

Keto dapat memiliki beberapa efek samping yang tidak menguntungkan, salah satunya dikenal sebagai “Keto Flu” atau gejala yang dialami sebagai satu transisi dari konsumsi karbohidrat menjadi lemak. Kemungkinan efek sampingnya meliputi sakit kepala, mual keram otot dan kelelahan.

  • Nafas Jadi Berbau

Anda mungkin perlu membawa beberapa permen mint untuk mengharumkan mulut. Beberapa orang mungkin memiliki perubahna bau nafas pada saat diet kategonik, ” kata Hertzler. Mengapa perlu mengonsumsi permen ? ” Salah satu keton yang diproduksi di hati adalah aseton dan itu memiliki bau khas.

  • Tubuh Mungkin Akan Melambat

Jika anda sesorang stlet, performa mungkin sedikit lamban pada tahap transisi awal. Sementara menyesuaikan diri sengan makanan jenis baru itu, tubuh mungkin akan merasa sedikit lelah.

Sebenarnya, saat tubuh sudah membiasakan diri dengan ketosis, kinerja anda mungkin akan meningkat. Banyak atlet menemukan bahwa mereka bisa latihan intens lebih baik setelah menyesuaikan diri dengan diet keto.

Meski begitu hal yang harus digaris bawahi adalah bahwa efek diet ini tidak sama bagi setiap orang. Bila anda dan tubuh anda merasa cocok, maka cara ini bisa diteruskan. Namun bila tidak, anda bisa mencoba jenis diet yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *