Ini Dia Epilepsi Atau Ayan Yang Terjadi Pada Anak

By | February 26, 2019

Sebagai orang tua ketika menghadapi epilepsi atau ayan pada anak, rasa khawatir pastinya tidak berhenti menyelimuti pikiran anda. Apalagi ketika harus melihatnya kejang kejang. Meski berat, anda harus tetap tenang dan menghadapi epilepsi pada anak dengan cara yang benar.

Epilepsi atau ayan merupakan gangguan pada sistem saraf pusat di otak. Anak anak yang menderita epilepsi atau ayan akan menampakkan gejala seperti kejang kejang, dan kadang juga kehilangan kesadaran diri, pada saat terjadi serangan. Jika tidak diobati kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan dan kemampuan belajarnya.

Tanda Tanda Dan Gejala

Karena ayan disebabkan oleh aktivitas abnormal diotak, kejang dapat memengaruhi proses apapun yang diatur oleh otak anda. Dalam banyak kasus, gejala epilepsi berlangsung secara spontan dan singkat.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala epilepsi atau ayan adalah :

  • Kebingungan sementara
  • Mata kosong ( bengong ) menatap satu titik terlalu lama
  • Gerakan menyentak tak terkendali pada tangan dan kaki
  • Hilang kesadaran sepenuhnya atau sementara
  • Gejala psikis
  • Kekakuan otot
  • Gemetar atau kejang, pada sebagian anggota tubuh ( wajah, lengan, kaki ) atau keseluruhan.
  • Kejang yang diikuti oleh tubuh menegang dan hilang kesadaran secara tiba tiba, yang bisa menyebabkan orang tersebut tiba tiba terjatuh

Kemungkinan ada tanda tanda dan gejala epilepsi yang tidak disebutkan diatas. Bila anda memiliki kekhwatiran akan sebuah gejala epilepsi tertentu, segera konsultasikan.

Terlebih gejala kejang karena ayan bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang mungkin mengalami gerakan berulang yang terjadi secara cepat, mendadak, dan berulang tanpa bisa dikendalikan serta kehilangan kesadaran sesaat. Gejala kejang ayan ini disebut sebagai penyakit epilepsi umum. Dalam beberapa kasus, seseorang juga dapat mengalami kehilangan kesadaran secara mendadak, kekakuan tubuh dan gemetar, dan kadang kadang kehilangan kontrol kandung kemih atau menggigit lidahnya.

  • Dekati Dari Sisi Kejiwaanya

Anak yang menderita epilepsi atau ayan mengalami gangguan emosional, seperti rendah diri atau depresi. Namun, jangan biarkan hal itu terjadi pada buah hati anda. Untuk menguatkan kondisi kejiwannya, jelaskan seluk beluk penyakit yang dideritanya, seperti apa itu epilepsi, apa gejalanya, dan bagaimana cara mengatasinya.

Tumbuhkan kepercayaan dirinya dengan mengatakan bahwa dia masih bisa melakukan aktivitas yang ia sukai, namun harus dilakukan secara berhati hati atau perlu pengawasan. Bantu anak untuk memahami bahwa menjadi berbeda adalah hal yang normal, anjurkan untuk terus berfokus pada apa yang bisa dia lakukan. Dia juga masih bisa berprestasi, karena epilepsi tidak memengaruhi epilepsi bukanllah penyakit menular. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk menjauhinya.

  • Jaga Keselematannya

Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan, ada baiknya dampingi anak anda ketika dia sedang menjalani aktivitas yang bisa membahayakan nyawanya apabila terjadi kejang, misalnya berenang. Ditakutkan, epilepsinya kambuh ketika dia sedang bermain di air. Atau pakaian pelindung kepala saat ia bersepeda dan jangan biarkan dia bersepeda sendirian.

Saat berada dikamar mandi, beri tahu dia agar tidak mengunci pintu kamar mandi. Jika sewaktu waktu dia mengalami kejang, anda bisa dengan mudah menolongnya.

Jangan biarkan anak terlalu kelelahan dan mengalami demam karena hal ini bisa memicu terjadinya kejang.

Ketika Anak Kejang

Saat anak kejang kejang, anda tidak boleh panik. Tenangkan diri anda agar anda bisa menolongnya

  • Pastikan dia dalam keadaan yang aman
  • Jauhkan dia dari benda benda yang tajam, benda yang keras, tangga, dan perabot rumah
  • Setelah itu, baringkan tubuhnya ke arah kanan atau kiri agar cairan dalam mulutnya bisa keluar dan tidak masuk ke jalan napasnya. Jangan memasukkan benda apapun kedalam mulut anak selama kejang berlangung, kondisi ini dapat menghambat jalan napas
  • Saat anda setelah kejang, pantau kondisi anak apakah ia bernapas. Jika setelah kejang, anak tidak bernapas, maka segeralah bawa ke dokter
  • Selama dan setelah kejang berakhir, anak anda mungkin ketakutan dan bingung dengan kondisi yang dialami. Tenangkanlah dia dengan berkata bahwa semua baik baik saja dan bahwa anda selalu ada di sisinya.

Kejang kejang adalah kondisi yang perlu mendapat pemeriksaan dan penanganan dokter terlebih jika hal itu berlangsung lebih dari lima menit dan disertai sesak napas. Terimakasih semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *